Ekonomi BI Ajak Masyarakat Bijak Berbelanja

BI Ajak Masyarakat Bijak Berbelanja

98
0
BAGIKAN
Ilustrasi. Foto: JPNN.com

JAMBI– Saat Ramadhan, meningkatnya permintaan dan harga barang kelompok  Volatile Food menyebabkan  inflasi. Fenomena inflasi  sebagai dampak  meningkatnya harga barang dan jasa  secara terus menerus  karena berbagai factor yaitu harga makanan yang bergejolak (Volatile Food), Administered  Prices dan inflasi inti.

Aya Sophia, Analis Fungsi  Koordinasi dan Komunikasi  Kebijakan BI Jambi menyebutkan inflasi yang tinggi dapat mengakibatkan  tergerusnya daya beli masyarakat. Oleh karena itu, Inflasi harus dikendalikan  untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.

“BI bekerjasama dengan pemerintah  senantiasa untuk  menjaga inflasi  yang rendah dan stabil dengan melakukan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya.

Selain menjadi andil BI dan pemerintah,  Aya mengatakan masyarakat  juga dapat turut serta berperan dalam menjaga stabilitas harga antara lain dengan berbelanja secara  bijak.

Ia menyebutkan, ada beberapa kita berbelanja yang bijak yang tentunya bisa membantu menjaga kestabilan harga.  Pertama, masyarakat harus  berbelanja sesuai kebutuhan.

“Caranya antara lain dengan membuat daftar belanja  yang perlu dibeli bukan yang ingin dibeli,” sebutnya.

Kedua,  membandingkan harga untuk memperoleh harga terbaik. Hal ini tentunya kerap dilakukan,  untuk  mencari harga murah.  Selanjutnya, berbelanja  barang atau makanan pengganti jika harga barang  yang diperlukan sedang mahal. Ia mencontohkan, misalnya harga daging sapi sedang mahal, maka msyarakat bisa membeli daging sapi beku dengan harga yang lebih murah.

“Yang terpenting  tidak menimbun barang makanan,” tegasnya.

Ia melanjutkan,   inflasi volatile food  selalu terjadi saat Ramdhan dna idul fitri. Biasanya inflasi ini terjadi musiman, terutama selama ramadhan dan idul fitri. (ynn)

Loading Facebook Comments ...