Tanah Pilih Fasha Akan Berdayakan Pemuda Setempat

Fasha Akan Berdayakan Pemuda Setempat

BAGIKAN
Walikota Jambi SY Fasha.

JAMBIWalikota Jambi SY Fasha sudah bertemu pemuda yang mengatasnamakan Ikatan Pemuda Simpang Pulai Bersatu (IPSPB) yang memungut uang retribusi sebesar Rp 2000 per hari/pedagang setiap harinya. Ada kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut. Menurut Fasha, dirinya sudah meminta kepada pihak IPSPB untuk tidak lagi memungut uang sebesar Rp 2000 kepads pedagang.

“Karena itu sudah termasuk pungli. Saya minta pungutan retribusi itu di stop. Tidak ada lagi pungutan dengan atas nama kelompok tertentu dengan menyebarka tiket,”ujarnya.

Fasha berjanji akan merangkul dan memberdayakan pemuda setempat yang ada di kawasan sekitar pasar simpang pulai. Sehingga mereka yang sebelumnya melakukan pengutan,bisa diajak bekerjasama dengan pemkot dalam menjaga pasar simpang pulai.

“Saya sudah ketemu langsung dengan mereka dan saya katakan saya akan ajak dan rangkul mereka. Saya akan memberdayakan masyarakat setempat. Saya juga sudah minta Disperindag untuk menindakkanjuti hal ini,”bebernya.

Fasha mencontohkan akan meminta Disperindag meminta pemuda setempat yang melakukan retribusi kebersihan atau yang menjadi petugas kebersihan di pasar tersebut. Pemuda akan didata dan diminta kesediaannya menjadi petugas disana sebagai pekerja sukarela atau nantinya pekerja harian lepas (PHL). “Mereka bisa jadi honorer yang meminta retribusi secara resmi dari disperindag atau juga menjadi pekerja harian lepas,”jelasnya.

Bagaimana dengan pungutan Rp 2 juta pertahun yang dipungut oleh pemuda setempat? Dikatakan Fasha bahwa Rp 2 juta per tahun tersebut bukan termasuk pungli. Ini karena uang tersebut diminta oleh pihak pemilik lahan sebagai uang sewa.

“Didalam itukan ada pasar swastanya yang dikelola langsung oleh pemiliknya. Nah, uang Rp 2 juta setahun itu jika dibagi 12 bulan, hanya sekitar Rp 166 ribu dan sehari hanya Rp 5500. Jadi kalau dihitung pedagang cuma sewa Rp 5500/hari dan itu sudah termasuk murah. Itu uang tidak masuk ke kas daerah namun ke pemilik dan ini dibolehkan sejauh mereka memiliki izin,” bebernya.

Fasha juga meminta tim Siber Pungli untuk intens memantau pungli baik di kawasan pasar maupun parkir. Karena menurutnya di dua tempat ini yang rentan terjadi pungli. “Untuk tim siber pungli saya berharap bisa memantau pungli seperti di pasar atau di kawasan parkir karena saya banyak mendapatkan laporan pungli di dua tempat ini,”harapnya. (viz)

Loading Facebook Comments ...