| BAB Tak Lancar Awas Kanker Rektum |
|
|
|
| Kesehatan |
| Ditulis oleh fit |
| Senin, 05 Maret 2012 10:42 |
|
JAMBI - USUS besar adalah bagian dari sistem pencernaan. Sistem yang dimulai dari mulut, kerongkongan (esofagus), lambung, usus halus (duodenum, yeyunum, ileum), usus besar (kolon), rektum dan berakhir di dubur. Usus besar terdiri dari kolon dan rektum. Kolon atau usus besar adalah bagian usus sesudah usus halus, terdiri dari kolon sebelah kanan, kolon sebelah tengah atas dan kolon sebelah kiri. Setelah kolon, barulah rektum yang merupakan saluran di atas dubur. Bagian kolon yang berhubungan dengan usus halus disebut caecum, sedangkan bagian kolon yang berhubungan dengan rektum disebut kolon sigmoid. Sebagaimana diketahui, kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang bersifat ganas. Bisa mengenai organ apa saja di tubuh manusia. Bila menyerang di kolon, maka disebut kanker kolon, bila mengenai di rektum, maka disebut kanker rektum. Bila mengenai kolon maupun rektum maka disebut kanker kolorektal. Menurut dr H R Deden Sucahyana SpB M Kes FINACS, kanker kolon dan rektum adalah kanker yang menyerang usus besar dan rektum. Penyakit ini termasuk kanker yang mematikan. Penyakit ini muncul, katanya, saat ditemui di RS Bratanata, adalah akibat dari pola makan yang tidak sehat. “Misalnya kurang mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan banyak mengandung bahan pengawet,” paparnya. Tak hanya itu, lanjut dr Deden, pola defekasi atau buang air besar (BAB) yang tidak teratur atau tidak lancar juga bisa menjadi ancaman kanker ini. “Normalnya setiap hari harus BAB,” jelasnya. Gejala awal, kata dokter yang juga ketua PABI Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia Jambi tersebut antara lain bisa berupa BAB yang berlendir dan berdarah. Bentuk feses yang keluar seperti kotoran kambing, bulat-bulat. Untuk penatalaksanaan, dalam penanganan penyakit keganasan saat ini disamping hasil terapi, kualitas hidup penderita merupakan hal yang juga sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus, katanya. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan anuskopi/koloniskopi atau melalui pemeriksaan rontgen, Colon In Loop, yang maksudnya sebagai acuan dalam membantu menegakkan diagnosa dokter. |








![]() | Online Hari ini | 9674 |
![]() | Online Minggu ini | 59660 |
![]() | Online Bulan ini | 179043 |