Lirik Adipura, Pemkab Buat TPA PDF Cetak E-mail
Jambi Timur
Ditulis oleh iis   
Minggu, 25 Maret 2012 00:00

MUAROJAMBI – Permasalahan tempat pembuangan akhir (TPA) di Kabupaten Muarojambi yang selama ini dinilai telah melebar dan masuk lahan warga tampaknya akan segera berakhir. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muarojambi telah menganggarkan Rp 6,5 miliar untuk pembangunan TPA Bukitbaling.

Bahkan, rencananya usai melakukan pembuatan TPA Bukitbaling, pemkab juga akan membangun beberapa TPA lagi. Yaitu di kawasan Sungaibahar, Sungaigelam dan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di setiap kecamatan.

Kepala Dinas Tata Kota Kabupaten Muarojambi Taufik mengatakan, jika pembangunan TPA ini akan dilakukan secepatnya. Pembangunan akan dilakukan di atas lahan seluas 10 hektare. “Tapi tempat penimbunan sampahnya hanya seluas 6,5 hektare saja,” ujarnya.

Dimana, nantinya akan dibangun lubang penimbunan sampah yang permanen. Setelah sampah yang masuk banyak maka akan ditimbun. Dari TPA ini, nantinya juga akan dibangun tenaga pembangkit listrik, sehingga penggunaan listrik di kawasan TPA ini nantinya akan menggunakan pembangkit tersebut yang menggunakan daya gas dari sampah.

Pembangunan tempat sampah ini, secara teknik akan menggunakan system timbunan. Dimana sampah dari berbagai kawasan nantinya akan ditumpuk dalam satu lubang yang telah digali, kemudian akan ditimbun. Diperkirakan, dengan luas yang dialokasikan tersebut, TPA bukit baling akan mampu menampung kapasitas sampah selama 10 hingga 20 tahun ke depan.

Tapi apakah semua sampah akan tertampung? Ternyata tidak. Menurut dia, sampah yang akan dibawa ke TPA Bukit Baling merupakan sampah yang tak bisa didaur ulang dan hanya yang berasal dari kawasan Sekernan, Jaluko dan juga Marosebo. “Kalau untuk kawasan Sungaibahar, Sungaigelam, Kumpeh Ulu dan Kumpeh Ilir tak mungkin dibawa di TPA tersebut,” jelas Taufik, lagi.

Dikatakannya, untuk pemukiman penduduk yang masih merupakan pedesaan tentunya akan sulit. Untuk itu, rencananya akan dibangun PTSP di setiap kecamatan. Dengan begitu, sampah warga sehari-hari nantinya akan diolah kembali oleh masyarakat.

Sebagai kesiapan Dinas Tata Kota ini, pihaknya akan menyiapkan petugas kebersihan dan mobil pengangkut sampah nantinya. Mereka akan bergerak setiap harinya untuk membersihkan sampah di kecamatan tersebut. “Pembangunan TPA ini juga merupakan syarat untuk sebuah kawasan Adipura,” tandasnya.