| Tiga Desa Terendam Banjir |
|
|
|
| Jambi Timur |
| Ditulis oleh lis |
| Rabu, 11 April 2012 06:59 |
|
MUAROJAMBI - SEBANYAK tiga desa yang ada di Kabupaten Muarojambi, kemarin (10/4), terendam banjir. Dari tiga desa tersebut, tercatat ada 55 Kepala Keluarga (KK) yang terpaksa mengungsi akibat rumahnya digenangi air. Tiga desa yang terendam banjir tersebut berasal dari Kecamatan Sungaibahar dan Mestong. Untuk Kecamatan Mestong, desa yang terendam yaitu Desa Sebapo dan Nagasari, sedangkan Kecamatan Sungaibahar terletak di unit I. Dari informasi yang diterima Jambi Independent, ketinggian air yang merendam pemukiman penduduk cukup beragam, mulai dari 30 cm hingga ada yang mencapai 50 cm. M Zakir, Kepala Badan Penanggulan Bencara Daerah (BPBD) Kabupaten Muarojambi mengaku telah terjadi banjir pada tiga desa di dua kecamatan. Dari data yang ada, banjir tersebut terjadi di Bahar 1, jalur 1, 2, dan 3 dengan 30 KK dari 25 rumah yang terendam air. “Data tersebut kita peroleh dari hasil peninjauan pihak BPBD,” katanya. Sementara, untuk di Desa Sebapo, terdapat 15 KK dan 15 rumah, lalu di Desa Nagasari ada 10 KK. Semua kawasan tersebut merupakan kawasan yang memang rentan sekali terkena banjir, terutama pada musim penghujan seperti saat ini. Namun, menurut Zakir, pihaknya bersama dengan anggota DPRD Muarojambi telah melakukan peninjauan ke semua desa. Selain itu, mereka juga telah melakukan penanganan darurat, evakuasi, dan pendataan terhadap masyarakat yang mendapatkan musibah banjir. Diperkirakan kerugian yang diderita warga akibat banjir yang terjadi tersebut, mencapai Rp 50 juta. Kerugian tersebut mencakup pada kolam ikan masyarakat yang gagal panen, serta kerugian materi dari perumahan penduduk. “Jadi kita bisa meminimalisir kerugian yang dirasakan warga yang terkena banjir nantinya,” jelas Zakir, lagi. Untuk antisipasi sendiri, BPBD juga telah melakukan persiapan dengan memberikan pelatihan kepada 20 orang. Pelatihan yang diberikan berupa manajeman penanggulangan bencana. Beberapa desa yang ikut serta dalam pelatihan tersebut yaitu Desa Rengas Bandung, Penyengat Olak, Mendalo Darat, Sungaiduren dan Desa Pematang Jering. “Masing-masing desa diutuskan sebanyak empat orang, untuk mengikuti pelatihan ini,” sambung Zakir. Dengan adanya pelatihan ini, maka diharapkan orang-orang tersebut dapat memberikan penyuluhan atau pun juga pengarahan kepada masyarakat tentang apa saja yang harus dilakukan ketika banjir datang. |








![]() | Online Hari ini | 7233 |
![]() | Online Minggu ini | 44352 |
![]() | Online Bulan ini | 163735 |