| Jawa Pos Sabet Asia Media Award 2012 |
|
|
|
| Nasional |
| Ditulis oleh (rdl/sof) |
| Jumat, 13 April 2012 00:00 |
|
NUSA DUA - Reputasi Jawa Pos (induk Jambi Independent) semakin diakui dunia. Setelah tahun lalu memenangi World Young Reader Prize di Wina, semalam Jawa Pos mendapatkan penghargaan bergengsi sebagai koran dengan perwajahan terbaik se-Asia Pasifik. Dua edisi surat kabar yang berbasis di Surabaya tersebut menjadi juara pertama dan kedua sekaligus. Jawa Pos berhasil mengalahkan 650 kompetitor dari media se Asia Pasifik dalam ajang Asia Media Award 2012. Dua edisi yang menang itu adalah cover depan headline berjudul “Century Jadi Target Utama”, Sabtu, 3 Desember 2011 (gold prize), dan edisi Petaka Tenggarong, Minggu 27 November 2011 (silver prize). Penghargaan diserahkan oleh anggota WAN-IFRA Asia Pacific Committee Patrick Daniel (Singapura) dan Tan Sri Hasim Makarudin (Malaysia) kepada Direktur Utama PT Jawa Pos Azrul Ananda di Bali Nusa Dua Convention Center. Pemenang ketiga katagori tersebut adalah koran Herald On Sunday dari New Zealand. "Terima kasih untuk WAN IFRA," kata Azrul sembari mengangkat dua piala itu dengan bangga di hadapan 800 delegasi media se-Asia Pasifik. Turut hadir pula Menteri BUMN Dahlan Iskan yang juga mantan CEO Jawa Pos Group. Menurut Deputi CEO WAN-IFRA Thomas Jacob, kompetisi kali ini berlangsung sangat ketat. "Tim juri benar-benar diuji untuk memilih yang terbaik dari 31 negara peserta," kata Jacob yang mengumumkan award di Bali Nusa Dua Conference Centre, tadi malam. Kedua edisi Jawa Pos yang terpilih sebagai pemenang tadi di-layout oleh Agung Kurniawan, dengan ilustrasi Budiono dan grafis Heri Owel. Presiden WAN-IFRA Jacob Mathew pun turut mengapresiasi kemenangan Jawa Pos tersebut. Menurut Mathew, wajah depan sebuah koran sangat menentukan kepercayaan publik. "Isi tentu penting, tapi isi yang berkualitas yang tidak ditampilkan dengan menarik tentu akan membuat pembaca tak antusias membacanya," katanya. Akibatnya, kerja wartawan di lapangan seakan sia-sia gara-gara tampilan yang apa adanya atau konvensional. "Jawa Pos berhasil membuat terobosan yang saya kira layak dicontoh oleh koran-koran seluruh dunia," katanya. Jacob yang juga executive director Malayala Manorama tersebut menambahkan, kompetisi Asia Media Award sangat prestisius dan bergengsi. "Kali ini, sekali lagi kalian Jawa Pos bisa mempertahankan prestasi yang sudah diraih di Wina tahun lalu," katanya. Jacob yakin desain yang memenangkan award dua sekaligus itu dirancang oleh orang-orang muda yang energik. "Itu tercermin dari penampilannya, segar, dan unik. Selamat," katanya. Di tempat yang sama, Chairman WAN-IFRA Asia Pacific Committee Pichai Chuensuksawadi mengatakan, desain atau perwajahan koran sangat penting dan kuat mempengaruhi performa surat kabar. Karena itulah, lanjutnya, koran harus mampu mengemas tulisan, foto, dan ilustrasi menjadi kesatuan utuh yang mencerminkan isi berita. "Desain adalah refleksi dari mood sebuah story," kata Pichai kepada Jawa Pos, tadi malam. Tantangan dalam meramu desain, lanjutnya, yakni konsistensi untuk membuat desain tetap menarik. "Kadang berita ada yang bagus. Kadang juga biasa saja. Inilah tantangannya," kata pemimpin redaksi Bangkok Post tersebut. Pichai memuji Jawa Pos yang terus berusaha menampilkan desain yang unik dan menarik. Membuat layout wajah halaman depan yang berubah sepanjang hari, menurut Pichai adalah hal yang mustahil."Tapi, Jawa Pos selalu berusaha melakkannya. Great job," katanya. Selain Jawa Pos, Kompas juga memenangkan penghargaan. Tiga fotografernya memperoleh award di bidang sports photography. Sedangkan, korannya, memenangkan hadiah perunggu untuk kategori Best In Community Service.
|








![]() | Online Hari ini | 4207 |
![]() | Online Minggu ini | 41326 |
![]() | Online Bulan ini | 160709 |