Kopi Jambi Dilirik Belanda PDF Cetak E-mail
Ekonomi & Bisnis
Ditulis oleh nid   
Jumat, 13 April 2012 00:00

JAMBI - Kopi asal Jambi mulai diminati pangsa pasar luar negeri. Teranyar, dalam kunjungan kerja (kunker) Pemerintah Provinsi Jambi ke Belanda belum lama ini. Kopi asal Jambi yang ambil bagian dalam pasar Malam Indonesia yang digelar Kedubes, diminati pengunjung.

Kunker ini sendiri dipimpin Wagub Jambi Fachrori Umar. Adapun SKPD yang mengikuti Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Hefni Zen dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan A Zaki.

Kadisperindag A Zaki mengatakan, sebanyak 5 kg sampel yang dibawa pun habis terjual. Selain kopi, suvenir dari kayu dan kain batik dan sulam juga mendapatkan perhatian dari pengunjung. “Rasa kopi di sana memang agak berbeda lebih pahit. Makanya ketika merasakan kopi yang kita bawa, mereka cukup berminat. Malah ada yang datang lagi, tapi kita sudah habis. Karena memang hanya sample,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (11/4).

Ia sendiri sudah mendapatkan telepon salah satu pengusaha yang meminta agar kopi Jambi dibawa ke Bali dalam acara festival Miss Coffee, Juni mendatang. “Tentu kita menyambut baik dan akan kita siapkan,” katanya.

Saat ini, ada dua jenis kopi yang menjadi unggulan, yakni Kopi AAA dan kopi Luwak. Untuk kopi Luwak ini berada di Kabupaten Kerinci, Merangin dan Tanjab Barat. “Makanya, nanti kita akan berkoordinasi dengan Pak Hidayat, sementara untuk kopi Luwak dengan pengusaha lokal yang masih berbentuk usaha kecil menengah,” katanya.

Karena itu, ini merupakan peluang untuk mempromosikan kopi khas Jambi. Sehingga ke depan ada permintaan terhadap kopi Jambi di luar negeri. “Memang secara khusus belum ada order. Tapi kita yakin undangan di Bali merupakan peluang untuk bisa terjadinya kerja sama untuk penjualan,” jelasnya.

Selain kopi, produk lain yang dibawa Jambi juga mendapatkan perhatian dari pengunjung. Seperti batik Jambi. Hanya saja, masyarakat Belanda tidak terbiasa membeli bahan. “Mereka terbiasa membeli baju sudah jadi. Berbeda kita di Indonesia,” jelasnya.

Yang jelas, Disperindag terus mendorong agar industri kecil dan menengah di Jambi bisa memiliki nilai jual tidak hanya untuk pasar lokal saja, tapi juga ke luar daerah atua bahkan luar negeri.

 

 
Baner
Baner
Baner

Cari Artikel

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterOnline Hari ini2129
mod_vvisit_counterOnline Minggu ini63393
mod_vvisit_counterOnline Bulan ini171498
Your IP: 107.22.25.119
 , 
Today: Jun 20, 2013