Pemerintah Harus Bersih PDF Cetak E-mail
Metro Jambi
Ditulis oleh cr01   
Jumat, 13 April 2012 00:00

TELANAIPURA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendengungkan pemberantasan korupsi. Kali ini KPK bekerja sama dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi damai sambil membagikan stiker anti korupsi.

Dalam aksi damai bertema “Bangun Jambi tanpa Korupsi” itu, mahasiswa menyuarakan agar masyarakat meningkatkan kepekaan terhadap bahaya korupsi. Menurut mereka, membangun kesadaran sejak dini merupakan langkah awal untuk membumihanguskan korupsi di Jambi.

Perwakilan KPK Yudi Purnomo mengatakan, pihaknya menginginkan pemerintah menjalankan tugasnya dengan benar tanpa permainan yang dapat merugikan negara dan daerah. “Kita menginginkan pelayanan publik bebas suap, pengadaan barang dan jasa transparan. Jangan sampai ada kebocoran dalam anggaran APBD,” katanya di sela aksi damai di bundaran BI, kemarin (11/4).

Selain itu, Yudi mengatakan, dalam menyambut Pilkada Kota Jambi, Kerinci, dan Merangin, masyarakat harus memilih pemimpin yang benar tanpa ada unsur money politic. “Masyarakat harus memilih pemimpin yang berkomitmen tidak melakukan korupsi, karena jika salah dalam memilih, maka akan merugikan mereka,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Umum KAMMI Heri mengatakan, agar para calon bupati dan wali kota yang gencar melakukan sosialisasi tidak berpolitik uang. Dia mengatakan, money politic sangat berpengaruh kepada psikologis masyarakat. “Para calon pemimpin kita harapkan untuk mendidik dan memberi contoh kepada masyarakat, sehingga kecerdasan politik masyarakat semakin baik. Pada hakekatnya money politic merupakan cikal bakal praktek korupsi,” katanya.

Dalam aksi tersebut, mereka meminta agar penegak hukum tegas. Jika hukum ditegakkan dengan baik, akan menciptakan suasana yang bebas korupsi. Seusai melakukan orasi di simpang BI, para peserta aksi membagi-bagikan stiker dan mainan kunci pada pengendara yang lewat. Mereka juga membagikan stiker dan mainan kunci ke dinas-dinas di sana.