Dinas Larang Aksi Coret-coret PDF Cetak E-mail
Metro Jambi
Ditulis oleh enn   
Kamis, 26 April 2012 11:43

KOTABARU – Hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan UN SMP sederajat. Yang dikhawatirkan Dinas Pendidikan Kota Jambi adalah, aksi coret-coret baju yang dilakukan siswa, usai ujian. Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Jambi Sukarman kemarin (25/4) mengatakan, aksi tersebut dilarang. “Kepala sekolah dan guru harus mengamankan siswanya,” katanya.

Begitu juga dengan momen kelulusan nanti. Dihimbau siswa tidak melakukan aksi coret seragam. “Lebih baik bajunya disumbangkan, ini juga kita minta peran sekolah untuk mengawasi siswanya,” kata Sukarman. Kelulusan sendiri akan diumumkan pada Juni mendatang. Menurutnya, pihaknya optimis tingkat kelulusan di Kota Jambi meningkat dibandingkan tahun lalu. “Kalau tahun lalu, tingkat kelulusan sebanyak 99,45 persen,” katanya.

Sementara itu, hari ketiga UN SMP sederajat, 79 siswa tidak hadir. Sukarman mengatakan, jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan hari sebelumnya. Hari ketiga mata pelajaran yang diuji adalah matematika.

Untuk tingkat SMP negeri maupun swasta, yang tidak hadir adalah 44 orang. Dari jumlah itu, satu di antaranya sedang dalam kondisi sakit sementara selebihnya DO. Selanjutnya untuk MTs negeri maupun swasta jumlah yang tidak hadir 35 orang. “DO 33 orang, sakit 2 orang,” katanya.

Beberapa sekolah yang terbanyak siswanya tidk hadir UN adalah SMPN 14 sebanyak 6 siswa, SMPN 15 sebanyak 7 siswa, SMP Surya Ibu sebanyak 6 siswa. Kebanyakan siswa tidak ikut ujian karena sudah DO. Sukarman mengatakan selama ini tidak ada kendala berarti yang ditemui. Meskipun terjadi kekurangan soal akibat rusak, bisa diminta ke ruangan lain. “Kan di ruangan lain soalnya ada yang berlebih,” katanya.

Sukarman kembali mengingatkan siswa agar tidak terpanding kunci jawaban yang beredar. “Karena kunci soal itu memang tidak ada, pusat yang memegang kunci jawaban itu sekarang,” katanya.