75% Soal UN SD Dibuat Pemprov PDF Cetak E-mail
Edukasi
Ditulis oleh enn   
Jumat, 27 April 2012 10:14

KOTABARU – UN untuk SMP sederajat baru saja barakhir kemarin (26/4) dengan mata pelajaran IPA. Selanjutnya, giliran siswa SD yang akan menghadapi ujian penentuan ini. Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Jambi Sukarman mengatakan, UN SD akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 7-9 Mei mendatang. “Dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA,” katanya.

Sukarman mengatakan, soal UN untuk tingkat SD jelas berbeda dari SMP dan SMA. Komposisi soal UN SD adalah 25 persen dari pusat, dan 75 persen dibuat oleh pemerintah provinsi. “Guru-guru SD sendiri yang membuat soal, dan seluruh provinsi soalnya sama,” katanya. Sementara itu, paket soal juga lebih sedikit dari pada SMP dan SMA. Hanya ada dua paket soal untuk UN SD ini.

Ketika ditanyakan teknis pengisian lembar jawaban, Sukarman mengatakan kemungkinan sama seperti tahun lalu yakni disilang. Pemeriksaan lembar jawaban tetap dengan scanning. “Yang di-scan itu yang disilang, jadi tidak dilingkari dan dihitamkan,” katanya.

Sementara itu untuk sekolah penyelanggara UN SD sendiri tahun ini ada 182 sekolah. Sukarman mengatakan 180 SD baik negeri maupun swasta, dan 2 MI negeri dan swasta. Sementara tujuh sekolah lainnya harus bergabung ke sekolah induknya, disebabkan jumlah siswa yang tidak mencukupi sebagai persyaratan penyelenggara UN. “Ada tujuh yang bergabung, 4 SD negeri dan 3 SD swasta, siswanya tidak sampai 20 orang,” katanya.

Sementara dari 2 SDLB di Kota Jambi tdak ada yang menggabungkan diri. Ini karena jumlah siswanya yakni SDLB Telanai sebanyak 24 orang dan SDLB Tehok sebanyak 22, mencukupi sebagai persyaratan penyelenggara UN.

Di antara sekolah yang bergabung itu adalah SDN 83 bergabung ke SDN 17, SD Citra Nusantara School bergabung ke SDN 162, SD Sejati bergabung ke SDN 165, SDN 7 seberang bergaabung ke SDN 128 Seberang, SDN 168 bergabung ke SDN 70, SDN 71 bergabung ke SDn 10 dan SD Dwi Dharma bergabung ke SDN 73.

Selanjutnya, proses pendistribusian soal UN, adalah dari provinsi dibawa ke Dinas Pendidikan Kota. Untuk soal UN SD, tidak disimpan di Diknas Kota, melainkan langsung dibawa ke UPTD pendidikan di masing-masing kecamatan. “Jadi Minggu siang, dari provinsi ke dinas kota, langsung petugas UPTD ngambil soal dan membawanya ke UPTD masing-masing,” katanya.

Sementara itu, dari data terakhir pelaksanaan UN SMP kemarin tercatat sebanyak 80 siswa tidak hadir. Menurut Sukarman, untuk SMP sebanyak 44 orang tidak hadir, dengan rincian 43 DO dan 1 orang sakit. Sementara untuk MTs tidak hadir sebanyak 36 orang, dengan rincian 33 DO dan 3 sakit. “Yang sakit ini akan ujian susulan Senin depan,” katanya.