Jalan Rusak, Sopir Truk Mogok PDF Cetak E-mail
Jambi Timur
Ditulis oleh aki   
Sabtu, 26 Mei 2012 00:00

MUARASABAK - KERUSAKAN jalan provinsi sepanjang 2 kilometer (km) menuju pelabuhan Samudera Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) memicu amarah para sopir truk pengangkut kelapa sawit. Akibat  jalan yang rusak ini, dua unit truk terpuruk di dalam lubang jalan itu.

Amarah ratusan sopir ini diluapkan dengan mogok dan menjejerkan truk mereka di perempatan jalan menuju pelabuhan Samudra di Kelurahan Nibung Putih, Kecamatan Muarasabak Barat, sekitar pukul 8.00, kemarin (25/5).

“Kerusakan jalan provinsi sepanjang 2 km menuju pelabuhan Samudera ini mengakibatkan dua kendaraan colt diesel terpuruk sejak dua hari lalu,” ungkap Heru, salah satu sopir.

Kondisi jalan ini tidak bisa lagi dilalui oleh mobil-mobil itu, sementara jalan milik PT Petrochina yang bisa dilalui truk ditutup oleh pihak Petrochina. “Kami meminta kepada pihak PT Petrochina untuk membuka portal, sehingga jalur menuju ke pelabuhan Samudera bisa dilalui. Karena jalan provinsi yang biasa kami lalu sudah tidak bisa digunakan lagi, maka kami minta pihak Petrochina agar membuka portal,” ujar Heru.

Lebih lanjut, Heru mengatakan, pembukaan portal jalan menuju ke pelabuhan Samudera itu hanya diberikan waktu sehari oleh pihak Petrochina mulai pukul 8.00, hingga pukul 18.00. Setalah itu portal ditutup kembali. “Jika ingin dibuka kami harus mengajukan surat permohonan. Dengan ditembuskan kepada pihak pemda dan pihak kepolisian,” terang Heru.

Selain meminta kepada pihak Petrochina untuk membuka portal, para pendemo juga meminta agar Pemprov Jambi untuk segera membangun jalan tersebut sehingga bisa dilalui.

“Kami meminta pimpinan yang di atas bisa perjuangkan nasib rakyat. Terutama perbaikan jalan ini,” harapnya.

Hal senada dikatakan Taher. Menurutnya, selama empat bulan kerusakan tersebut ia dan rekan-rekannya memperbaiki jalan secara swadaya. Bahkan dana yang dikeluarkan para sopir ini mencapai ratusan juta rupiah.

“Hal ini terpaksa kami lakukan hanya untuk kelanjutan aktivitas kendaraan kami. Jika dengan tindakan ini, pihak provinsi tidak merespon artinya para pemimpin menyengsarakan para petani sawit,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tanjabtim Mahmulis mengatakan, jika kerusakan jalan itu hanya sekitar 30 hingga 50 meter, maka pihak kabupaten bisa mengambil kebijakan untuk segera memperbaiki.

“Kita punya material sendiri, alat sendiri. Jika kerusakan itu hanya 30-50 meter, kita bisa tanggulangi meskipun itu merupakan jalan provinsi. Namun yang terjadi saat ini kerusakan sepanjang 2 km dan ini merupakan kewenangan provinsi dan bukan kewenangan kabupaten,” tandasnya.

 
Baner
Baner
Baner

Cari Artikel

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterOnline Hari ini2645
mod_vvisit_counterOnline Minggu ini39764
mod_vvisit_counterOnline Bulan ini159147
Your IP: 50.16.132.180
 , 
Today: Jun 19, 2013