| Lagi, Siswa Belajar di Rumdis Guru |
|
|
|
| Jambi Timur |
| Ditulis oleh iis |
| Rabu, 06 Juni 2012 09:08 |
|
MUAROJAMBI -PERMASALAHAN pendidikan di Kabupaten Muarojambi tampaknya tak kunjung usai. Sebelumnya, ada sekolah dasar (SD) yang menggunakan rumah dinas (rumdis) guru untuk kegiatan belajar di Desa Rengas Bandung, kini kembali terkuak di SDN 116 Muarojambi yang terletak di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan. “Keadaan seperti ini sudah terjadi sejak sekolah ini berdiri, yaitu tahun 1982. Waktu itu masih masuk wilayah Kabupaten Batanghari,” ungkap Riadi, Kepala SDN 116 Muarojambi. Dikatakan Riadi, jika adanya pemekaran dan masuk wilayah Kabupaten Muarojambi, sekolah ini tidak pernah mendapatkan perbaikan dari dinas pendidikan. Pihak sekolah telah mengusulkan perbaikan, tetapi hingga kini tidak ada tanggapan yang serius. “Dengan keadaan seperti ini, anak-anak merasa kondisi belajarnya tidak nyaman. Tapi mau gimana lagi, inilah keadaan sekolah kami,” sebutnya. Anehnya, menurut Riadi, proposal bantuan yang diajukannya selama ini selalu tidak pernah disetujui. Meskipun untuk pengadaan kantor sekalipun, sebab kantor guru sangatlah penting bagi kepentingan guru pengajar. Dengan tiga kelas yang tak pernah diperbaiki yang dimiliki SDN 116 saat ini, dirasa kepala sekolah sudah tidak bisa menampung siswa lagi. Termasuk rumah dinas guru yang telah diubah menjadi tempat belajar murid. Sebab setiap tahunnya jumlah siswa selalu bertambah. Seperti juga dengan perkiraan tahun ini, dipastikan jumlah siswa yang mendaftar akan bertambah lagi. Karenanya, pihak sekolah berharap akan ada perbaikan untuk sekolah ini. Yang terpenting yaitu dibangunanya ruang belajar baru di sekolah tersebut. Karena tak mungkin siswa akan terus-terusan belajar di rumah dinas guru yang ukurannya sangat kecil. “Dulu ada orang dari dinas pendidikan pernah berkunjung untuk melakukan pengecekan, tetapi hingga saat ini belum ada pembangunan atau perbaikan di sekolah kami,” sambungnya, lagi. Sementara, Aswar, Sekretaris Dinas Pendidikan mengatakan, jika pembangunan sekolah-sekolah tua di daerah terpencil tersebut menjadi prioritas tahun ini. “Itu akan kita bangun. Jika selama ini belum, itu karena keterbatasan anggaran,” ungkapnya. Untuk tahun ini, pihak dinas pendidikan akan berupaya untuk melakukan perbaikan untuk semua bangunan sekolah yang dinyatakan rusak parah dan kekurangan ruang kelas. Begitu juga dengan yang terjadi di SDN 116 ini. |