Biayai Kampanye Caleg Rp 5-10 M PDF Cetak E-mail
Politik
Ditulis oleh jpnn   
Selasa, 12 Juni 2012 10:26

JAKARTA - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) membuat langkah terobosan yang tak umum. Partai besutan Surya Paloh dan disokong bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo itu menyediakan dana kampanye bagi para caleg yang akan maju dalam pemilu legislatif mendatang. Anggarannya tak main-main. Jumlahnya Rp 5-10 miliar per caleg.

"Ini rencana Partai Nasdem untuk merekrut caleg-caleg berkualitas, berintegritas, dan kapabel. Kami ingin membangun kesan baik bagi dunia politik," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Ferry Murysdan Baldan di Jakarta kemarin (11/6).

Sampai sekarang, lanjut Ferry, Partai Nasdem belum memiliki jumlah caleg Nasdem yang akan didukung biaya kampanyenya. "Tapi, dipastikan untuk jadi caleg Partai Nasdem tidak ada satu rupiah pun yang harus diberikan kepada Partai Nasdem," tegas mantan politikus Partai Golkar itu.

Dia menuturkan, sudah jadi rahasia umum bahwa menjadi caleg memerlukan biaya tinggi dan mahal. Karena itu, timbul kesan tidak mungkin bisa jadi caleg jika tidak memiliki uang miliaran rupiah.

"Kondisi atau penilaian seperti itu sungguh memprihatinkan Partai Nasdem. Jika itu yang terjadi, semakin menguatkan kesan bahwa kursi parlemen bisa dibeli, meski tidak langsung," katanya.

Partai Nasdem, lanjut Ferry, hendak mengembalikan fungsi parlemen yang tercitra sangat transaksional. Caranya dimulai dengan menempatkan figur-figur berkualitas, berintegritas, dan berkapabilitas. Dalam kaitan itu, strategi yang akan diterapkan adalah metode talent scotting untuk mendapatkan figur caleg yang diharapkan.

"Kalau dalam kegiatan menuju pemilu legislatif ada biaya yang dibutuhkan, Partai Nasdem tidak akan membiarkan caleg-calegnya terhambat hanya karena ketiadaan biaya. Partai pasti membantu caleg bersangkutan," kata Ferry. "Jadi, ini bukan sekadar untuk gagah-gagahan. Sebaliknya, ini harus menjadi agenda politik semua partai," imbuhnya.

Secara terpisah, Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo tidak mempersoalkan pola strategi yang dikembangkan Partai Nasdem itu. Menurut dia, setiap partai mempunyai strategi yang tidak bisa distandarkan kepada seluruh parpol.

"Soal Nasdem itu strategi internal, ya silakan saja. PDIP tidak etis berkomentar soal rumah tangga parpol lain," kata Tjahjo. Peningkatan kualitas caleg, menurut dia, tetap menjadi aspek utama yang harus diperhatikan. "PDIP sendiri dalam seleksi bakal caleg mencoba memperketat melalui tahap psikotes, kaderisasi, dan tes kesehatan," ujar anggota Komisi I DPR itu.