| Kepala Pos Ditodong, Rp 126 Juta Lenyap |
|
|
|
| Hukum & Kriminal |
| Ditulis oleh can |
| Sabtu, 23 Juni 2012 09:40 |
|
JAMBI - Sekawanan perampok bersenjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) beraksi di Kota Jambi, kemarin sore (22/6), sekitar pukul 15.30. Sasarannya Kantor Pos Jambi Cabang Jelutung, di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung. Dalam aksinya, pelaku yang berjumlah tiga orang berhasil membawa kabur uang tunai Rp 126 juta. Informasi yang diperoleh Jambi Independent di lokasi kejadian menyebutkan, aksi perampokan tersebut berlangsung sangat cepat. Kuat dugaan, pelaku yang mengendarai sepeda motor sudah merencanakan dan mengintai aktivitas di kantor pos tersebut. Mereka beraksi saat kantor mau tutup. Kepala Cabang Kantor Pos Jelutung Burhanudin mengatakan, dia sangat terkejut ketika datang tiga orang yang masuk secara paksa ke dalam kantor. Saat kejadian, kata dia, pintu kantor dalam posisi sudah tertutup namun belum dikunci. Di dalam kantor hanya mereka bertiga, dirinya dan dua karyawannya, Wiwik dan Ambar. Setelah berhasil memasuki kantor, salah seorang pelaku langsung mengacungkan senjata api laras pendek kepada dirinya dan meminta semua uang yang ada di meja penghitungan uang. “Saat itu saya lagi menghitung uang. Tiba-tiba ada yang masuk sambil menodongkan senjata,” ungkapnya saat ditemui di lokasi kejadian. Menurut Burhanudin, pelaku sempat mengancam akan menembak dirinya, jika kemauannya tidak dikabulkan. Selanjutnya, pelaku langsung memborgol Burhanudin. Sedangkan dua karyawannya, Wiwik dan Ambar tangannya dilakban. Setelah melumpuhkan para korban, pelaku langsung menyikat uang sebanyak Rp 126.305.000 dan tiga unit HP BlackBerry milik korban. “Yang tidak diambil hanya dokumen kantor,” katanya. Burhanudin mengatakan, yang diambil pelaku tersebut merupakan uang kas yang akan disetor. “Uang tersebut lagi saya hitung. Posisinya di atas meja,” jelasnya. Burhanudin juga menjelaskan ciri-ciri para pelaku yang menggunakan senpi bertubuh pendek, tinggi sekitar 160 cm. Dia tidak bisa mengenali wajah pelaku karena ketiganya mengenakan helm dan masker. Ditanya, apakah korban mengenali ketiganya dan sadar sudah diicar, Burhanudin mengaku tidak mengenalinya. “Dua hari sebelum kejadian sangat ramai, jadi saya tidak memperhatikannya,” katanya. Kapolresta Jambi Kombes Pol Syamsudin Lubis yang turun langsung ke lokasi kejadian, mengatakan, pelaku masuk ke kantor pos tersebut langsung menodongkan senjata api. “Pelaku tiga orang, satu menggunakan senpi dan dua lagi membawa golok,” katanya. Selanjutnya, pelaku langsung mengancam korban. Burhanudin, kepala cabang, tangannya diborgol di kursi, sementara dua karyawan lainnya diikat dengan lakban baik tangan dan mulutnya. “Saat kejadian, kantor lagi sepi, karena selesai tutup kas sekitar pukul 15.00. Mereka tinggal menunggu yang menjemput uang dari kantor pos pusat,” terangnya. Dari keterangan korban, menurut Lubis, saat ini anggotanya sedang memburu pelaku. “Masih dalam penyelidikan. Ciri-cirinya postur tubuh tidak begitu tinggi, kurus dan ketiganya menggunakan helm,” ungkapnya. Sementara itu, salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian mengungkapkan, tiga perampok tersebut mendatangi kantor pos menggunakan tiga motor. “Satu motor satu orang,” katanya. Meski berada di dekat lokasi, saksi yang minta namanya tidak disebutkan ini mengaku tidak mengetahui kantor pos tersebut dirampok. Dia baru tahu setelah mendengar sirene dari pos yang menandakan ada kejadian. “Kejadiannya sangat cepat,” ujarnya.
|