| EURO 2012, Pertahanan Italia Krisis Pemain |
|
|
|
| Olahraga |
| Ditulis oleh dns |
| Selasa, 26 Juni 2012 10:28 |
|
KIEV - Kelelahan, cedera, dan skors menghantui Italia saat bertemu Jerman di semifinal Euro 2012, Jumat dini hari WIB (29/6). Bagaimana tidak, untuk merebut tiket empat besar, Italia harus melakoni pertandingan 120 menit plus adu penalti saat menyingkirkan Inggris 4-2 di Olympic Stadium Kiev, kemarin dini hari. Gelandang Daniele De Rossi dan bek kanan Ignazio Abate diragukan tampil setelah ditarik di tengah laga karena problem otot. De Rossi tampil bagus lawan Inggris termasuk kala percobaan tendangannya di babak pertama hanya mengenai tiang gawang. Pemain AS Roma itu juga pemain serbabisa setelah sukses berperan sebagai defender di dua laga awal Gli Azzurri -sebutan Italia--. "Syaraf sciatic (syaraf terbesar dan terpanjang dalam tubuh, Red) memberi ketidaknyamanan. Setelah penalti Alessandro Diamanti (yang memastikan kemenangan Italia dalam adu penalti, red), saya bahkan tidak bisa bangun untuk memeluknya," kata De Rossi kepada Football Italia. Abate juga punya peran tidak kecil. Dia menjadi pilihan utama setelah pelatih Italia Cesare Prandelli mengubah formasi menjadi 4-1-3-2 dalam dua laga mengingat Christian Maggio terkena skors, karena kembali mendapat kartu kuning, kemarin. Italia beruntung, karena UEFA (Asosiasi Sepak Bola Eropa) menerapkan aturan pemutihan kartu kuning di semifinal. Sebab, selain Maggio, delapan penggawa Italia lainnya telah mengoleksi kartu kuning sebelumnya. Itu termasuk defender Giorgio Chiellini dan gelandang Thiago Motta yang statusnya masih teki-teki turun di semifinal, karena mengalami cedera sebelumnya. Selain cedera dan skors, kelelahan juga mengancam Italia yang memiliki masa recovery lebih pendek dibandingkan Jerman. Tapi, gelandang veteran Andrea Pirlo optimistis dengan kans Azzurri. Pirlo terpilih sebagai man of the match, kemarin (25/6). Salah satunya tak lepas karena tendangan chip-nya saat menjadi algojo ketiga Italia dalam adu penalti. "Jerman lebih favorit dan mereka memenangi semua pertandingan menuju semifinal. Tapi, kami bisa mengalahkan mereka seperti sebelumnya," kata Pirlo kepada kantor berita Italia ANSA. Pirlo sepertinya merujuk kemenangan 2-0 Italia atas Jerman di semifinal Piala Dunia 2006. Padahal, Jerman berstatus tuan rumah kala itu. Bersama De Rossi dan kiper Gianluigi Buffon, Pirlo merupakan trio pemain yang tersisa dari skuad Italia enam tahun lalu. Sementara itu, kubu Jerman menyikapi pertemuan kontra Italia dengan antusiasme. Manajer timnas Oliver Bierhoff mengatakan, Die Mannschaft -sebutan Jerman-- tidak sabar ingin revans. "Sangat menyenangkan bertemu Italia lagi. Sudah lama sepak bola Jerman menantikan kesempatan ini," kata Bierhoff sebagaimana dilansir La Gazzetta dello Sport. "Saat ini, kami merupakan favorit dan kami berada di atas Italia. Tapi, kami harus berhati-hati karena pelatih Italia Cesare Prandelli bekerja sangat baik untuk timnya," tambah mantan striker AC Milan, Udinese, dan Ascoli tersebut. |