Papan Pengumuman PPDB Patah PDF Cetak E-mail
 Dibaca: 473 kali.
Sosial
Ditulis oleh enn   
Jumat, 29 Juni 2012 12:09

KOTABARU – Kemarin (28/6), hasil tes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP SSN di Kota Jambi diumumkan. Mulai dari pukul 15.00, keramaian sudah terlihat di SMPN 11 Kota Jambi, yang merupakan salah satu sekolah berstatus SSN favorit di Kota Jambi. Padahal pengumunan baru akan disampaikan pada pukul 16.00.

Kesabaran orang tua maupun siswa peserta tes SMPN 11 Kota Jambi, tidak berujung manis. Baru beberapa saat pengumuman dikeluarkan, dua papan yang ditempeli nomor dan nama peserta tes PPDB yang lulus, ambruk lantaran desak-desakan yang datang.

Iwan, salah seorang orang tua siswa yang mengikuti tes mengatakan, sudah satu jam dia menunggu. Dia mengatakan, sebaiknya tidak hanya dua papan pengumuman saja. “Yang daftar dan tes itu ribuan, masa hanya dua papan pengumuman,” katanya. Desak-desakan terus terjadi dan akhirnya menyebabkan papan pengumunan patah, dan kertas yang ditempel robek.

Sejumlah siswa yang datang ketika ditanyakan apakah lulus atau tidak, mengaku belum melihat hasilnya. “Kami belum liat, katanya besok saja,” kata Rizky, siswa dari SD Al-Azhar. Edirwan Kadir, Ketua Panitia Pelaksana Tes PPDB SMPN 11 mengatakan, tahun ini merupakan peserta tes terbanyak di SMPN 11. Dia mengatakan, jumlah siswa yang tes di SMPN 11 1.027, sementara yang diterima hanya 284.

Siswa yang diterima akan dibagi dalam 10 kelas. Secara rinci empat kelas untuk kelas RSBI akan diisi 32 siswa, sementara enam kelas lainnya diisi 36 siswa. “Nanti ada lagi tes siswa yang sudah lulus nanti untuk masuk ke kelas RSBI. Tesnya tes akademik,” katanya. Terkait sedikitnya papan pengumuman, menurutnya, itu untuk menjaga kebersamaan dan semangat peserta mengetahui hasil tes. “Itu sejak SMPN 11 ada, begitu teknisnya. Supaya ada rasa kebersamaan dan semangat untuk mengetahui hasilnya,” katanya.

Selama ini, katanya, tidak pernah terjadi keributan. Membludaknya peserta membuat papan pengumuman roboh dan ratusan peserta lainnya tidak bisa mengetahui hasil tes mereka. Terkait hal itu, Edirwan mengatakan pengumuman tes PPDB tetap akan dipasang di SMPN 11 hingga 2 Juli. “Jadi yang tidak bisa melihat hari ini, kita pasang terus pengumuman hingga tanggal 2 Juli nanti,” tandasnya.

Orang Tua Mengaku Diminta Rp 5 Juta

Salah satu orang tua siswa mengaku diminta uang Rp 5 juta oleh oknum di SMPN 11. Orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya ini mengatakan, sebelumnya tes PPDB, dia ditawari jalur khusus oleh pihak sekolah. “Anak saya dijamin lulus,” katanya.

Dia sendiri enggan menyebut nama oknumnya, lantaran takut. “Yang minta panitia, yang jelas sekarang ini saya ngurus anak saya, kalau seandainya tidak lulus lantaran tidak mau bayar, saya akan langsung ke dinas pendidikan,” katanya. Dia merasa yakin anaknya lulus di SMPN 11 Kota Jambi.

Edirwan Kadir langsung membantah isu pungutan dalam PPDB SMPN Kota Jambi. Dia menjamin tidak ada pungutan apapun di sekolahnya. “Kami tidak pernah melakukan pungutan, saya menjamin itu. Karena kami tidak membutuhkan pungutan apa-apa terkait PPDB ini,” tegasnya.

Sementara itu, Jefri Bintara Pardede, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jambi ketika ditanyakan soal pungutan PPDB, meminta agar melapor ke DPRD Kota Jambi. “Kalau ada pungutan, orang tua siswa, silahkan laporkan ke kami di sini, kami akan melindungi agar tidak ada pungutan,” tandasnya.