| Kualitas Air PDAM Menurun |
|
|
|
| Jambi Timur |
| Ditulis oleh fes |
| Senin, 02 Juli 2012 12:26 |
|
Muarabulian - KUALITAS air yang disalurkan PDAM Tirta Batanghari kepada konsumen menurun dibanding sebelumnya. Air yang sampai ke rumah konsumen, kini berwarna kekuningan. Direktur PDAM Tirta Batanghari Usman T, mengakui hal tersebut. Dia menyebut, kondisi itu terjadi karena aktivitas penambang pasir dan kerikil yang beroperasi terlalu dekat dengan pipa milik PDAM yang berfungsi menyedot bahan baku air. Aktivitas itu jelas mempengaruhi kualitas sumber air.
"Air yang tersedot bercampur dengan lumpur. Bagaimanapun cara kita menyaringnya tetap saja berpengaruh terhadap kualitas air,” beber Usman Thalib. Usman menginformasikan, ada perusahaan pertambangan rakyat yang beroperasi sekitar 100 meter pada arah hulu pipa pengambilan bahan baku air. Aktivitas pengambilan bahan material dari dalam sungai rutin dilakukan perusahaan mulai pagi hingga sore. Pihak PDAM dalam hal ini tidak bisa berbuat banyak. Sebab, usaha pertambangan rakyat yang beroperasi itu mengantongi izin dari pemerintah. “Kami pernah tanyakan izinnya, mereka ternyata punya. Untuk memindahkannya, bukan kewenangan kami,” sebut Usman. Dia berharap usaha pertambangan rakyat, sebaiknya tidak diperbolehkan beroperasi di dekat sumber air PDAM. Mengingat usaha penambangan pasir dan kerikil yang ada saat ini saja sangat mempengaruhi sumber air baku PDAM Tirta Batanghari. “Kalau boleh meminta, izin yang sudah dikeluarkan itu sebaiknya diperbaiki, atau dipindahkan saja ke lokasi lain,” kata Usman. Dijelaskan Usman, hadirnya usaha pertambangan rakyat disekitar Instalasi Pengeloaan Air (IPA) PDAM membuat kandungan lumpur yang masuk ke dalam bak penampungan begitu banyak. Pihak PDAM wajib menguras bak tersebut tiap hari supaya air yang mengalir ke pelanggan lebih baik. “Tiap malam harus dikuras, kalau tidak air yang disalurkan sangat jelek,” terangnya. Faktor lain yang mempengaruhi kualitas air turut dibeberkan Usman. Yakni, adanya endapan lumpur yang sebelumnya sudah terdapat di dalam jaringan pipa ikut mempengaruhi kualitas air. Ditambah lagi pipa yang sudah banyak yang berusia hampir 30 tahun. “Saat air dialirkan, sebagian endapan lumpur akan terbawa hingga ke pelanggan. Itu sudah pasti,” ungkapnya. |








![]() | Online Hari ini | 2839 |
![]() | Online Minggu ini | 39958 |
![]() | Online Bulan ini | 159341 |