| Waspada Penyakit ISPA |
|
|
|
| Kesehatan |
| Ditulis oleh ami |
| Rabu, 04 Juli 2012 11:32 |
|
KOTABARU - Dinas Kesehatan Kota Jambi terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Penyuluhan ini mengingat dari hasil rekapitulasi triwulan pertama pada tahun ini, penyakit Nasopaharingitis akut atau yang lebih dikenal Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) mencapai 35,98 persen atau sekitar 21.201 kasus. “Penyakit ini sulit dicegah. Salah satu caranya hanya dengan menguatkan daya tahan tubuh. Ini hanya bisa dengan pola hidup sehat dengan memperhatikan gizi, dan kebersihan serta kesehatan lingkungan,” ungkap Erwan Majio, Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Jambi, kemarin (3/7). Menurutnya, penyakit ini bisa menyerang sumua orang. Hanya saja, kebanyakan yang terkena penyakit ini adalah anak-anak. Sementara penyakit ini cenderung timbul apabila terjadi peralihan musim. Faktor ekonomi bisa juga mengakibatkan timbulnya ISPA, karena kurang gizi. Selain itu kepadatan udara suatu tempat atau rumah juga dapat menimbulkan penyakit ini. “Kalau padat kan bisa menimbulkan sesak pada pernapasan,” sambungnya. Erwin mengharapkan masyarakat Kota Jambi menerapkan pola hidup sehat dan bersih. “Kepada masyarakat kami berharap untuk mengkomsumsi makanan bergizi dan memelihara lingkungan, agar tercipta kehidupan yang sehat dan bersih,” harapnya. Untuk diketahui dari hasil rekapitulasi triwulan pertama, 10 besar penyakit yang terjadi pada triwulan pertama adalah, ISPA 35,98 persen, radang tenggorokan 12,20 persen, hipertensi essential 10,28 persen, ganguan jaringan gigi 9,03, demam tak tahu sebab 8,32 persen, gastritis 6.75 persen, dermatitis kontak alergi 5,92 persen, P Otot dan Jaringan Ikat 4,75 persen, diare dan gastroentaritis 3,31 persen, dan nekrois pulpa 2,91 persen. Erwin menyebutkan semua penyakit ini bisa dicegah dengan pola hidup sehat. Sementara Demam Berdarah saat ini masih dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB). Jumlah kasus menurutnya selalu menurun. Kasus yang terjadi pada bulan lalu 5 kasus dan bulan sebelumnya 12 kasus. “Kita lihat bulan Juli ini jika kasusnya terus menurun maka status KLB akan kita cabut menjadi waspada,” katanya. |