Banyak Usulan Mubazir pada APBD-P 2012 PDF Cetak E-mail
Metro Jambi
Ditulis oleh mui   
Selasa, 17 Juli 2012 12:40

TELANAIPURA - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Provinsi Jambi tahun ini mencapai Rp 349 miliar. Dari 45 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Jambi, Dinas Pekerjaan Umum mengajukan anggaran paling tinggi, Rp 214 miliar. Tertinggi kedua adalah Sekretariat Daerah (Setda), disusul Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) yang masing-masing meningkat Rp 24 miliar dan Rp 10,9 miliar.

Di Dikbud, ada anggaran pengadaan drum band SMA Alfalah Jambi senilai Rp 200 juta. Lalu, pengadaan generator, sumur bor dan pengadaan meja kursi makan SMA Tititan Teras yang mencapai Rp 500 juta.

Di Dinas Kesehatan ada anggaran pencegahan penyakit malaria yang nilainya mencapai Rp 300 juta. Ada juga anggaran biaya tes urine pegawai RSJ Jambi yang nilainya mencapai Rp 11 juta. Di Dinas Perhubungan, ada anggaran dana insentif petugas tim terpadu jembatan timbang mencapai Rp 1 miliar, dan kegiatan survei desain Pelabuhan Jabung Rp 1,6 miliar.

Anggota Banggar DPRD Provinsi Jambi AR Syahbandar, mengatakan, masih banyak ditemukan anggaran tambahan yang kesannya mubazir. “Seperti Dinas Pendidikan, masih ditemukan anggaran yang sifatnya untuk pengadaan fisik. Seharusnya kita lebih fokus pada peningkatan program,” katanya.

Kalaupun ada alokasi proyek fisik, menurutnya, dialokasikan khusus untuk menutupi kekurangan biaya pembangunan sekolah, seperti di SMAN 1 Kota Jambi. “Itu lebih bermanfaat. Daripada jadi proyek terbengkalai,” katanya.

Dia mengatakan, sisa anggaran dari pemangkasan itu lebih baik digunakan untuk pembangunan fisik yang masih dibutuhkan Provinsi Jambi seperti jalan dan jembatan. Politisi Gerindra ini mengatakan, usulan pemangkasan ini belum membutuhkan persetujuan DPRD secara kolektif, karena masih kewenangan unsur pimpinan. Usulan pemangkasan ini akan dimasukkan terlebih dahulu ke rancangan APBD Perubahan 2012, baru dibahas kembali oleh dewan.

Dia optimis usulan pemangkasan ini tidak akan mendapat penolakan yang berarti dari seluruh anggota DPRD. “Walaupun dipangkas, anggaran dewan masih tetap memadai,” sambungnya. Sementara, Kadis Dikbud Provinsi Jambi Idham Kholik, membenarkan anggaran pengadaan mobiler di SMA Titian Teras. Dia mengatakan, APBDP tahun ini instansinya 70 persen untuk program, bukan fisik. “Memang ada alokasi untuk fisik, tapi kecil,” katanya.

 
Baner
Baner
Baner

Cari Artikel

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterOnline Hari ini6593
mod_vvisit_counterOnline Minggu ini56579
mod_vvisit_counterOnline Bulan ini175962
Your IP: 107.22.25.119
 , 
Today: Jun 20, 2013