Matakin Bagi Sembako dan Sahur Keliling PDF Cetak E-mail
Sosial
Ditulis oleh viz   
Sabtu, 04 Agustus 2012 15:01

JAMBI - Majelis Tinggi Agama Konghucu (Matakin) Provinsi Jambi mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan bagi sembako, buka bersama hingga sahur keliling yang digelar di Kabupaten Bangka, beberapa waktu lalu. Menariknya, kegiatan ini diikuti oleh anak-anak jalanan, penarik becak, pengamen, pemulung, pekerja parkir, buruh pabrik, korban bencana, kaum dhuafa dan kelompok masyarakat lainnya. Ini diikuti oleh lintas agama. Mulai dari organisasi Islam, Konghucu hingga Kristen.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Matakin pusat Jakarta bersama Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin) yang di bawah naungan Matakin dan Yayasan Puan Amal Hayati yang di bawah pimpinan Ibu Sinta Nuriyah Abdurahman. Maka, jadilah kegiatan tersebut menarik, karena memperlihatkan indahnya perbedaan.

Perbedaan agama tidak menjadi permasalahan selama hal tersebut dijalani dengan kebersamaan. Inilah yang terlihat pada saat acara bagi sembako, buka bersama hingga sahur bersama yang digelar oleh Matakin Pusat. Menurut Romi, Humas Matakin Jambi yang ikut serta dalam kegiatan bahwa saat acara, tidak terlihat perbedaan SARA sama sekali. “Kita sama sama makan, berbuka, berbagi sembako hingga sahur keliling. Meskipun sebagian peserta ada yang tidak puasa. Tetapi saling menghargai dan menghormati kepercayaan masing masing. Inilah yang kita jaga agar negeri kita tetap bersatu dalam perbedaan,” tuturnya.

Acara yang juga dihadiri oleh tokoh pemuka lintas agama lainnya, seperti Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pamulang, Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Fatayat, dan Ansor Nahdlatul Ulama (NU) ini memberikan arti yang sangat besar akan penghormatan antar sesama umat beragama. “Semua bersatu, tujuannya sama-sama ingin memberikan kebahagian kepada mereka yang kurang beruntung dalam hal ekonomi agar tetap bersemangat menyambut Ramadan dan Lebaran nantinya,” tuturnya.

Satu hal yang menarik adalah sahur keliling dimana seluruh pihak yang hadir saling memberi support dan bantuan kepada masyarakat yang kurang beruntung. Bahkan, rombongan Matakin yang tidak ikut berpuasa pun bisa merasakan nikmatnya sahur. “Kita selalu menghargai dan menghormati saudara muslim yang sedang berpuasa dan ikut merasakan nikmatnya kebersamaan dalam perbedaan,” tuturnya saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Bagi umat muslim, saat sahur keliling terutama saat berada di kelenteng merupakan momen yang menarik. Ini karena mereka harus sahur di rumah ibadah saudara yang non muslim. “Kita saling menjaga toleransi. Ada kenikmatan tersendiri sehingga ini menjadi momen yang sangat spesial,” tuturnya.