| Ramadan, Kandidat Tebar Pesona |
|
|
|
| Politik |
| Ditulis oleh roz |
| Senin, 06 Agustus 2012 13:38 |
|
JAMBI– Kandidat Pemilukada Kota Jambi laris manis mendapat undangan selama puasa Ramadan. Undangan itu pun tak disia-siakan para kandidat. Hampir semua nama kandidat yang muncul saat ini dipadatkan dengan kegiatan keagamaan (ibadah), mulai safari ramadan, buka puasa bersama hingga salat tarawih berjamaah. Disisi lain, bulan ramadan ini benar-benar dijadikan bulan tebar pesona. Karena momentum bulan ramadan sangat tepat untuk bersilaturahmi dengan masyarakat. Terkait hal itu, Sum Indra mengaku sejak 10 hari ramadan, kegiatan silaturahmi tentunya sangat padat. Bahkan, katanya, hingga tanggal 17 Agustus mendatang kegiatan silaturrahmi sudah penuh mulai buka puasa bersama hingga salat tarawih berjamaah. “Sebenarnya apa yang dilakukan ini saya niatkan untuk ibadah. Saya tidak berpikir soal kegiatan politik. Selama saya menjalankan ibadah umroh, masyarakat berlomba-lomba untuk menunaikan ibadah puasa ini,” sebutnya. Apakah intensitas kegiatan meningkat, Sum Indra tidak menapik hal tersebut. Namun, lagi-lagi itu semua bukan untuk kepentingan politik, melainkan untuk ibadah. “Saya pikir juga tak jauh beda dengan hari-hari biasa (bukan bulan puasa). Tapi yang jelas, semua yang saya lakukan hanyalah untuk ibadah,” ucapnya. Sementara itu SY Fasha mengaku selama bulan puasa, dia tidak melakukan kegiatan yang bersifat mengumpulkan masyarakat, hanya saja melakukan ibadah seperti salat tarawih ke masjid-masjid yang berlainan tempat. “Itupun hanya ibadah tanpa memberitahukan pengurus masjid setempat,” kata dia. Dia juga mengakui, banyak undangan untuk menghadiri buka puasa bersama, namun banyak yang tidak bisa dihadiri. “Undangan berbuka puasa bersama pun banyak yang tidak bisa saya hadiri. Makanya, khusus bulan puasa ini, saya betul-betul memperbanyak ibadah di rumah dan di masjid, karena saya berniat mengkhatamkan Alqur’an dibulan puasa ini,” tandasnya. Effendi Hatta yang kini menjabat Ketua DPRD Provinsi Jambi mengaku intensitas kegiatan selama ramadan tak jauh beda dengan bulan biasanya. Namun, khusus untuk bulan ramadan ini, dia mengaku tidak memanfaatkan untuk kegiatan tebar pesona (politik). “Kita sudah diwajibkan dalam agama selama bulan ramadan untuk berlomba-lomba menjalankan ibadah. Bersilaturahmi sudah merupakan aturan yang harus dijalankan oleh agama,” sebutnya. Dia juga mengakui, hampir setiap harinya melakukan kegiatan safari ramadan, kegiatan buka puasa bersama hingga salat tarawih berjamaah. “Yang jelas, semua yang saya lakukan hanyalah untuk ibadah,” tandas politisi Partai Demokrat ini. |