Aktivitas Penerbangan Terganggu PDF Cetak E-mail
 Dibaca: 216 kali.
Metro Jambi
Ditulis oleh mui   
Jumat, 10 Agustus 2012 13:53

JAMBI - Beberapa pekan terakhir, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi sempat terganggu. Itu lantaran kabut asap yang mulai menebal pada pagi hari. Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA), mengatakan, kabut asap yang menyebar di wilayah Jambi merupakan kiriman dari Provinsi Riau.

“Bukan asap dari pembakaran di daerah kita,” singkatnya di sela acara PKK, kemarin (9/8).

Ia mengatakan, memasuki musim kemarau tahun ini, potensi pembakaran lahan di Jambi sangat minim. Dia berani memastikan bahwa kabut tebal yang menyebabkan terganggunya penerbangan itu murni berasal dari provinsi tetangga.

Apalagi kata dia, titik api di Provinsi Jambi jauh di bawah Riau dan Sumatera Utara. Menurutnya, hingga kemarin di Provinsi Jambi hanya ada 13 titik api yang terdeteksi. “Sedangkan di provinsi tetangga antara lain di Provinsi Riau terdapat 31 titik api, dan di Provinsi Sumatera Selatan ada 25 titik api,” katanya. 
Dia mengatakan, sebaran titik api dalam wilayah Provinsi Jambi antara lain berada di Kabupaten Tanjab Barat tiga titik api, Sarolangun tiga titik api, Kabupaten Tebo tiga titik api, Tanjab Timur dua titik api, Batanghari dan Merangin masing-masing satu titik api.

“Tapi, semuanya masih dalam garis kendali Dinas Kehutanan dan tim Manggala Agni,” ujarnya.
Ia berharap proses penerbangan tidak lagi terganggu sehingga masyarakat nyaman dalam perjalanan. Sementara itu, Pelaksana Tugas General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi Aljog menyatakan, kemarin pagi, kabut asap kembali mengganggu aktivitas pendaratan pesawat udara di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Menurutnya, akibat tebalnya kabut asap sehingga menyebabkan terganggunya jarak pandang pilot saat akan mendarat. “Maka satu pesawat maskapai Lion Airlines Jakarta-Jambi harus dialihkan pendaratannya ke Bandara Sultan Mahmud Badarudin II di Kota Palembang. Sedangkan satu pesawat dari Maskapai Garuda Airlines rute Jakarta-Jambi ditunda keberangkatannya di Bandara Soekarno Hatta sambil melihat kondisi cuaca di Bandara Sultan Thaha Jambi,” katanya.

Hingga pukul 09.00 jarak pandang baru 1.800 meter. Sedangkan untuk normalnya pendaratan yang aman jarak pandang minimal harus 2.400 meter. Aljog minta agar pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya bisa membantu agar kabut asap tidak terjadi kembali. “Karena kalo begini terus akan menggangu aktivitas bandara,” tandasnya.