Hasil Tes Urine, Tiga Sopir Positif Narkoba PDF Cetak E-mail
 Dibaca: 534 kali.
Hukum & Kriminal
Ditulis oleh pia   
Kamis, 16 Agustus 2012 13:51

JAMBI - Untuk mengantisipasi kecelakaan angkutan Lebaran 2012 oleh faktor manusia, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi bersama Dinas Perhubungan dan Dirlantas Polda Jambi melakukan tes urine terhadap puluhan sopir angkutan Lebaran, kemarin (15/8). Hasilnya, tiga sopir dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Ketiga sopir itu adalah Agus Panuntun (35), sopir Bus Handoyo; Roma (22), sopir PO Tampalo; dan Roy Siregar (37), sopir PO Kita Bersama. Dari pemeriksaan urine, Agus Panuntun terbukti menggunakan obat penenang. Sedangkan Roma, khusus sopir raun atau sopir keliling penjemput penumpang PO Tampalo menggunakan narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi. Sedangkan Roy Siregar, terbukti menggunakan narkotika jenis ganja.

Menurut pengakuan Agus, dia menggunakan obat alergi. Namun, hasil pemeriksaan petugas, sopir bus Handoyo jurusan Riau-Jambi dan Jawa itu menggunakan obat penenang jenis Mebhydroline dan Mexon. “Saya hanya minum obat itu untuk mengobati alergi. Obat itu saya beli di Riau karena saya gatal-gatal,” kata Agus menunjukan tablet yang diminumnya.

Sementara Roma, mengelak dirinya menggunakan sabu dan ekstasi. Roma yang diketahui tidak memiliki SIM, mengaku malam sebelumnya minum lima sachet obat batuk jenis Komik dan Sprite. Meski demkian, Roma dan Roy Siregar tetap diperiksa lebih lanjut oleh dokter konsultan BNN Jambi dan petugas Sat Resnarkoba Polresta Jambi.

“Ketiganya tidak diperbolehkan mengemudi mobil, karena ada mengandung obat penenang dan narkotika,” kata AKBP Khairul Sholahuddin, Kabid Pemberantasan BNN Jambi.

“Keduanya (Roma dan Roy), tadi dites labih lanjut saja, karena pada alat pemeriksan menujukkan Roma menggunakan sabu dan ektasi. Sementara Roy menggunakan ganja,” lanjutnya. Bila ditemukan barang bukti, sopir tersebut bisa saja ditahan.

Tidak itu saja, ketiga perusahaan transportasi tempat ketiganya bekerja juga dipanggil untuk tidak menggunakan sopir tersebut. “Yang jelas kita imbau untuk menggantikan sopir tersebut, karena bisa berbahaya bagi keselamatan penumpang,” kata Khairul.

Tes urine terhadap puluhan sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) kemarin, berlangsung di Terminal Alam Barajo, mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00. Pada kesempatan itu, Dinas Perhubungan menyarankan setiap bus memiliki sopir cadangan.

Pantuan di lapangan, puluhan sopir AKAP dan AKDP di-stop petugas dan diminta melakukan tes urine. Namun tes urine dinilai banyak tidak tepat sasaran. Karena, sebagian sopir yang menjemput penumpang masuk terminal bukan sopir bus yang sebenarnya, tapi sopir raun atau keliling khusus menjemput penumpang dalam kota.

“Kalau kami ini sopir raun pak, keliling dalam kota ni lah. Yang diperikso tu eloknya sopir yang iyo nian, kini sopir yang sebenarnyo di loket. Kan dio yang nyopir jalan jauh,” kata Iwan, sopir bus AKDP Indonesia Mulia Indah (IMI) yang lolos mengikuti tes urine dengan logat Jambi.