COVER STORY: Melihat Taman-taman di Kota Jambi PDF Cetak E-mail
Metro Jambi
Ditulis oleh enn   
Rabu, 30 Januari 2013 08:10

Warga Pilih Pergi ke Mal

Tahukah pembaca, di Kota Jambi tercinta ini ternyata ada 24 taman yang tersedia untuk umum. Sebagian sudah dilengkapi fasilitas, sebagian lagi tidak. Anehnya, dari sekian banyak taman itu, warga kota malah cenderung menghabiskan waktu di mal ketimbang di taman.

Siapa yang tak ingin menyegarkan pikiran setelah melakukan aktivitas rutinnya di kantor, kampus, maupun sekolah. Taman-taman dianggap sangat ampuh untuk melakukan rileksasi di sela-sela hari sibuk, begitu juga bagi masyarakat Kota Jambi. Namun yang menjadi masalah, di kota ini tak banyak yang tahu lokasi taman untuk beristirahat sejenak. Akibatnya, warga malah menghabiskan waktu jalan-jalan di mal untuk menghilangkan penat.

Seperti halnya Vina, mahasiswa salah satu universitas negeri di Jambi, kemarin (29/1), mengatakan, ketika usai kuliah pada siang atau sore hari, dia biasanya mengunjungi mal meskipun hanya untuk sekadar “cuci mata”. “Maunya sih ada taman-taman gitu biar bisa duduk-duduk, tapi di sini tidak ada. Palingan itu Taman Remaja,” katanya.

Bagi mahasiswa seperti dirinya, Vina merasa lebih menyegarkan kalau ada taman-taman di tengah kota dengan banyak tumbuhan untuk mendapatkan udara segar di tengah asap kendaraan Kota.

Vina sendiri mengaku hanya mengetahui beberapa taman saja di Kota Jambi. Selain Taman Remaja, dia menyebutkan Taman PKK di Thehok, kemudian taman di Simpang Pulai. “Tapi kan yang selain Taman Remaja itu cuma ramainya pada malam hari, kalau siang hari duduk-duduk di sana panas, Mbak,” paparnya. Makanya, lanjut Vina, lebih baik dia jalan-jalan di mal sambil cuci mata sepulang kuliah.

Sama halnya dengan Putri, siswi SMA yang tengah berada di Taman Remaja Kotabaru siang beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, seringkali bersama teman-teman satu sekolahnya singgah dulu di Taman Remaja ini. “Sering lah, kalau pulang sekolah mampir ke sini rame-rame,” katanya.

Putri yang kala itu ditemui bersama teman-temannya mengatakan, hanya mengunjungi Taman Remaja di siang hari. Karena taman-taman yang lain menurutnya tidak ramai dan panas di siang hari. Putri dan teman-temannya ini juga mengaku selain ke Taman Remaja, mal dan pusat-pusat perbelanjaan juga sering dikunjunginya sepulang sekolah, meski masih menggunakan seragam sekolah.

Dari pantauan Jambi Independent di lapangan, beberapa taman di Kota Jambi memang sepi ketika siang hari. Seperti taman PKK di Jalan Jenderal Sudirman, Thehok, lumayan ramai pada malam hari. Ditambah lagi dengan air mancur yang juga diberi lampu warna-warni. Keberadaan pedagang kuliner juga menambah ramai suasana malam. Namun sebaliknya, pada siang hari taman tersebut tidak digunakan masyarakat untuk bersantai.

Begitu juga dengan taman Simpang Pulai, Patung Gajah yang ada di lokasi tersebut ternyata tidak cukup ampuh untuk menarik hati masyarakat. Hanya sedikit saja yang terlihat bersantai di siang hari, namun pengunjung lebih banyak pada malam hari.

Padahal, di kota ini ada 24 taman! Semuanya dikelola pemerintah kota. Anggaran pemeliharannya saja mencapai Rp 500 juta per tahun. Lalu, kenapa masyarakat masih memilih ke mal ketimbang ke taman yang sudah ada?

Jangan Hanya Berharap APBD

Sekretaris Daerah Kota Jambi Daru Pratomo mengatakan, memang Kota Jambi saat ini membutuhkan lebih banyak taman kota lagi. Dan untuk itu, pemkot akan menganggarkan dana untuk pembuatan beberapa taman baru di Kota Jambi.

“Saya tidak hapal berapa titiknya, yang jelas kita sedang bahas tentang taman, dan dianggarakan di tahun 2013 ini,” katanya. Dia menambahkan, perbaikan-perbaikan taman juag selalu dilakukan oleh pemkot.

Keberadaan taman memang sangat penting, dan untuk pemeliharaannya merupakan tupoksi dari Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Jambi. Akan tetapi, Daru mengatakan, untuk pemeliharaan taman tersebut jangan hanya mengharapkan anggaran dari APBD Kota Jambi. “Karena anggaran kita kan bukan hanya untuk taman saja, ada skala priotitas lainnya,” kata Daru.

Menurutnya, untuk pemeliharaan taman harus melibatkan warga setempat. Melalui camat dan lurah, seharusnya bisa merangkul dan menghimbau masyarakat untuk sama-sama melakukan pemeliharaan pada taman yang ada di masing-masing kecamatan tersebut. “Camat dan lurahnya harus persuasif,” katanya.

Sementara itu, ketika ditanyakan mengenai kemungkinan kerjasama pemkot dengan pihak ketiga unntuk pemeliharaan taman, sekda mengatakan, sudah melakukannya lewat CSR. Dia menjelaskan ada beberapa item yang dibiayai oleh pihak ketiga melalui CSR, salah satunya adalah berkaitan dengan lingkungan hidup. “Dan itu sudah ada sejak dulu,” katanya.

Wali Kota Jambi Bambang Priyanto terkait dengan taman-taman di Kota Jambi mengatakan, memang harus ada perhatian lebih terhadap keberadaan taman-taman tersebut. Saat ini, wali kota mengatakan, pihaknya sedang memprioritaskan pengembangan terhadap taman kota terbesar, yakni Taman Remaja. “Kita punya taman-taman pinggir jalan, tapi kita tentu prioritaskan beberapa dulu. Yang sekrang lagi kita kembangkan betul adalah Taman Remaja,” katanya. 

Menurutnya, Taman Remaja berpotensi untuk mendatangkan tambahan PAD bagi Pemerintahan Kota Jambi. “Panggungnya itu akan kita perbaiki, bisa nanti kalau ada acara dilaksanakan di sana, yang menyelenggarakan acara tinggal bayar retribusi ke Pemkot,” paparnya. Namun, Bambang mengatakan hal itu perlu pembahasan lebih lanjut.

Biaya Pemeliharaan Rp 500 Juta

Di kota ini ternyata ada 24 taman kota yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Jambi. Beberapa di antaranya adalah Taman Adipura yang berada di Kecamatan Jambi Selatan, Taman PKK Thehok, Taman Tugu Makalam dan lain sebagainya.

“Itu dikelola langsung oleh Pemkot,” Kata Dodi Hidayat, Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Jambi.

Hampir tiap kecamatan memiliki taman. Misalnya di Kecamatan Jambi Selatan, ada Taman Adipura, Sekapur Sirih, Taman PKK Thehok dan Taman Anjungan Kota. Di Kecamatan Pasar Jambi, ada Taman Simpang Jelutung,  Taman TP Sriwijaya, Taman Tugu Makalam.

Berikutnya di Kecamatan Telanaipura, ada Taman PKK Murni, Taman Simpang Pulai, Taman Jaksa 1, Taman Jaksa II, Taman PPT, Taman Perkebunan, Taman Air Mancur dan Taman Ade Irma Suryani.

Sementara di Kecamatan Kotabaru, ada Taman Kirab Remaja, Taman Tugu Jam, Taman Arena Remaja, Taman Villa Kenali dan Taman Tugu Juang. Di Kecamatan Danau Teluk ada Taman Aurduri, Pelayangan Taman Sanggar Batik dan Jelutung Taman Lingkungan Hidup Perumnas serta Taman Honda.

Ke 24 Taman Kota itu dikelola dan dirawat langsung oleh Pemkot, dalam hal ini DKPP Kota Jambi. Ada skala prioritas perawatan taman yang dilakukan oleh DKPP, yakni pembersihan semak, rehap fasilitas tambahan yang ada di taman tersebut, serta pengecatan dan lain sebagainya. 

Dia juga mengatakan di Kota Jambi ini seakan minim taman kota. Makanya, pihaknya berencana menambah beberapa titik taman lagi selain yang sudah ada. Di antaranya berlokasi di Simpang Tanjung Lumut, dan Simpang Beringin. Rencana penambahan beberapa titik taman tersebut menurutnya saat ini masih dalam tahap pembahasan.

Ketika ditanyakan mengenai kerjasama pemkot Jambi dengan pihak ketiga, Dodi mengatakan hal tersebut sudah dilakukan melalui CSR. “Yang di Jln Patimura kita kerjasama dengan Jasa Raharja,” katanya. Kerja sama tersebut sudah berlangsung sejak bebera tahun lalu. Sementara untuk tahun 2013 pihaknya masih berupaya untuk jemput bola ke pihak-pihak swasta. Dia menyebutkan, untuk kepentingan penilaian Adipura mendatang, pihak Unilever telah menyetujui CSRnya untuk taman di Talang Banjar.   

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Jambi Muchlis A Muis mengatakan untuk pemeliharaan taman-taman di Kota Jambi tahun 2013 ini, sedikitnya menggunakan anggaran sebesar Rp 500 juta. “Itu kita anggarkan di 2013, untuk pemeliharaan semuanya yang dilakukan secara rutin oleh petugas kita. Seperti membersihkan, mengecat, dan lain sebagainya,” katanya.

Selain untuk perawatan rutin tersebut, penambahan lampu juga dimasukan di dalam anggaran tersebut. “Karena ada juga lampu-lampu taman yang sudah putus, maka kita ganti dnegna anggaran tersebut,” paparnya.

Taman-taman tersebut akan dibenahi lagi, dan apabila memungkinkan bisa dipergunakan untuk pesta kebun. “Itu akan kita benahi, dan itu bisa disewakan untuk garden wedding party. Bisa menambah PAD juga untuk kita,” tandas Muchlis A Muis.