Baner
Baner
Sepekan, Puluhan Orang Terserang DBD PDF Cetak E-mail
 Dibaca: 449 kali.
Jambi Timur
Ditulis oleh MUSRIP HULAIMI, Muarasabak   
Senin, 02 November 2009 11:44

Sebanyak 15 Orang Dinyatakan Positif 

Tidak lama setelah Dinas Kesehatan memasukkan Kecamatan Nipahpanjang sebagai daerah endemis demam berdarah dengue (DBD), daerah itu mulai terserang wabah DBD. Sejak sepekan terakhir, puluhan orang dirawat di Puskesmas Nipahpanjang karena terjangkit DBD.

Kepala Puskesmas Nipahpanjang dr Joni Lisman mengatakan, ada 15 pasien positif DBD yang kini dirawat di puskesmas. Sedangkan beberapa orang lagi menjalani rawat jalan. Sedangkan pasien yang dibawa ke Jambi tercatat dua orang yang positif. “Kalau jumlah yang langsung berangkat ke Jambi sekitar 7-8 orang dan kita belum tahu apakah positif atau tidak. Tapi yang dirawat di sini semua positif,” jelas Joni.

Dari semua pasien yang mengidap penyakit itu, terang Joni, hanya dua orang yang tinggal di Kelurahan Nipahpanjang I. Sisanya dari Nipahpanjang II. “Makanya kita sudah bergerak melakukan fogging untuk mencegah melebarnya penyebaran penyakit ini,” jelas dokter yang puluhan tahun mengabdi di puskesmas tersebut.

DBD adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip malaria. Penyakit itu disebabkan salah satu dari empat serotipe virus dari genus flavivirus, famili flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk aedes aegypti.

Menurut Joni, pasien yang terkena DBD ditandai demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia), dan ruam. Ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial, dan biasanya muncul dulu pada bagian bawah badan—pada beberapa pasien. Ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. “Kondisi seperti itu perlu diwaspadai, apalagi penderita mengalami demam tinggi tiga hari berturut-turut,” harap Joni.

Saat ini belum ada korban jiwa akibat DBD. Tapi catatan tahun lalu, ada beberapa orang yang meninggal karena kondisinya sudah sangat kritis saat dibawa ke puskesmas. “Kalau terlambat dibawa, bisa menyebabkan kematian. Jadi sesegera mungkin dibawa kalau ada gelaja seperti tadi,” ucapnya.(*)