Tujuh Rumah Ludes Dilalap Api PDF Cetak E-mail
 Dibaca: 277 kali.
Metro Jambi
Ditulis oleh wra   
Jumat, 05 Februari 2010 10:49
JAMBI - Kebakaran hebat terjadi di Kota Jambi sore kemarin (4/2). Sedikitnya tujuh unit rumah di RT 01/02, Kelurahan Sulanjana, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, ludes dilalap api dalam kejadian pukul 16.00 WIB itu. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut keterangan saksi mata, Benny, warga RT 1, Kelurahan Sulanjana, api pertama terlihat dari lantai dua salah satu rumah paling pojok, di antara lima dari tujuh rumah yang terbakar. Belakangan rumah tersebut diketahui dihuni Apong.

Warga yang melihat kepulan asap membumbung tinggi langsung menghubungi pemilik rumah. Namun saat itu pemilik rumah tidak berada di tempat. Dalam hitungan menit, kobaran api semakin besar dan merembet ke rumah warga lainnya yang berdempetan.

Sebenarnya warga sudah berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun hembusan angin dan cuaca terik sore kemarin membuat api sulit dikendalikan. Petugas pemadam kebakaran baru tiba di lokasi 30 menit kemudian.

Mobil pemadam kebakaran sedikit kesulitan menuju lokasi, karena lokasi rumah berada di dalam gang sempit dan padat penduduk. Api makin sulit dikendalikan karena di dalam rumah banyak peralatan atau barang yang mudah terbakar seperti tabung gas.

Dari pantauan koran ini, setidaknya terdengar empat kali ledakan gas disertai semburan api yang membuat kobaran api makin membesar. Di tengah kesibukan petugas memadamkan kebakaran, pemilik rumah berusaha masuk menyelamatkan barang yang masih tersisa dan mengamankannya ke rumah tetangga.

Api baru bisa dijinakkan dua jam setelah kejadian atau pukul 18.00 WIB, setelah petugas pamadam kebakaran mengerahkan lima mobil pemadam.

Ida Wati, salah seorang korban, mengaku tidak tahu soal kebakaran tersebut. Saat itu dia sedang berada di luar rumah. Dia mengetahui rumahnya terbakar setelah dihubungi tetangga melalui ponsel. “Saya tidak tahu. Begitu pulang, semua sudah habis. Barang-barang semua tidak ada yang selamat. Yang bisa diselamatkan hannya kursi paling depan,” ujarnya dengan suara terbata-bata karena panik.

Sampai sore kemarin belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Kapoltabes Jambi Kombes Bobby Adoe yang juga datang ke lokasi mengaku belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Pihaknya masih melakukan olah TKP. “Kita masih melakukan penyelidikan,” kata Bobby.

Dugaan sementara, kata dia, api berasal dari rumah paling ujung. Kerena banyak barang yang mudah terbakar ditambah rumah yang berdempetan, api cepat menjalar sehingga menghabiskan semua rumah.

“Kita akan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti,” kata Bobby.

Lokasi kebakaran yang berada di gang sempit, ditambah mimimnya armada pemadam, juga disebut menjadi penyebab sulitnya petugas memadakam api. Selain itu, petugas juga sedikit terlambat menuju lokasi, karena sebelumnya harus mengecek kebenaran kebakaran tersebut.

Wakil Wali Kota Jambi Sum Indra mengatakan, petugas sebelumnya harus mengecek kepastian yang sesungguhnya. Sebelumnya petugas kebakaran sering terkecok oleh tingkah laku warga yang menelepon petugas padahal tidak terjadi kebakaran. “Kadang-kadang begitu, tidak terjadi kebakaran tapi ada yang menelepon, makanya mereka harus cek dulu,” katanya.

Selain itu, Sum Indra juga mengakui, minimnya fasilitas yang dimiliki petugas kebakaran juga menjadi alasan lambatnya pemadamn api. Di Kota Jambi hanya ada sepuluh unit mobil pemadam kebakaran. Dari jumlah itu, yang bisa berfungsi dengan baik hanya lima unit, selebihnya kurang madai.

Untuk itu, kejadian tersebut akan menjadi pelajaran bagi Pemkot. PR Pemkot saat ini adalah penyediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran. ”Tahun 2011 baru bisa kita anggarkan untuk sarana mobil pemadam kebakaran,” katanya. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi Ridwan mengatakan, jumlah rumah yang terbakar sebanyak tujuh unit. Lima unit berbentuk ruko dua lantai dan dua unit rumah penduduk. Hingga sore petugas sudah mengerahkan sembilan unit mobil damkar. “Fasilitas kita masih minim, sore sudah kita kerahkan semua,” katanya.(wra)