Pemasok SS Terus Diburu PDF Cetak E-mail
 Dibaca: 153 kali.
Hukum & Kriminal
Ditulis oleh rib   
Sabtu, 06 Februari 2010 14:10

Oknum Polisi SR Masih diperiksa Penyidik

JAMBI – Polsek Pasar belum menyerah. Hingga kemarin (5/2) mereka terus memburu pemasok sabu-sabu yang telah melibatkan oknum polisi berinisial SR, meski SR dan tersangka yang berhasil ditangkap pada Minggu (31/1) lalu itu mengaku tidak tahu.

“Kita masih berusaha mencari siapa pemasok barang haram tersebut. Tapi  siapa pemasoknya belum bisa kita sebutkan,” kata Kapolsek Pasar AKP Andre Sukendar saat dikonfirmasi kemarin. Yang jelas timnya masih terus mencari pemasok SS tersebut.

Dalam kasus itu, selain SR, polisi juga telah mengamankan Herlina (20), warga Kenali Asam Bawah, RT 21, Kotabaru; Renaljon (21), warga Tempino; Edo (20), warga Kampung Engklek, Pasar Jambi; dan Raden Sulaiman (42), warga Perumahan Cassanova, Lorong Gado-gado, Selincah.

SR berhasil ditangkap berawal dari nyanyian Edo. Edo sendiri diringkus Sabtu (30/1) pukul 22.00 WIB di Lorong Pancasila. Malam itu, dia hendak melakukan transaksi sabu-sabu. Dari Edo, polisi mendapatkan barang bukti berupa paket kecil SS senilai Rp 400 ribu.

Sepengakuan Edo, polisi mendapatkan nama Raden Sulaiman (42), warga Perumahan Cassanova, Selincah, Kecamatan Jambi Timur. Edo juga mengaku barang yang dibawa berasal dari SR. Sementara peran Sulaiman adalah perantara antara SR dan Edo. “Aku cuma disuruh antar,” kata Edo saat ditanya wartawan kemarin.

Pencarian langsung dilakukan anggota Polsek Pasar menuju rumah SR di kawasan Sungaikambang. Sekitar pukul 00.30 WIB, polisi melihat Sulaiman sedang berada di depan rumah SR. Tak ingin buruannya lepas, Sulaiman langsung diciduk. Saat itu juga polisi langsung menggerebek rumah SR. Di dalam rumah itu, polisi menangkap SR, Herlina, dan Renaljon.

Sepengakuan Herlina, dia baru satu kali mengonsumsi sabu-sabu itu. Katanya, malam itu sebenarnya dia ada janji kencan untuk short time dengan Renaljon.

Kemudian dia pun diantar Apri ke rumah SR. Di sana Renaljon sudah menunggu. Namun dia malah diajak untuk mengonsumsi sabu-sabu. Apri pergi meninggalkan mereka. Sementara SR mengonsumsi sabu-sabu sendirian di dalam kamarnya. Tak lama berselang, polisi menggerebek tempat tersebut.(rib)