Prajurit Marinir Latihan Perang PDF Cetak E-mail
 Dibaca: 418 kali.
Nasional
Ditulis oleh jpnn   
Senin, 08 Februari 2010 15:59
BANDARLAMPUNG – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyaksikan langsung latihan perang ribuan prajurit marinir di Piabung, Pesawaran, Lampung, kemarin. SBY datang menggunakan kendaraan tempur amfibi seri LVT-7. Pendaratan berjalan mulus di pantai Caligi, sekitar pukul 08.12 WIB.

Penggunaan kendaraan tempur itu dilakukan dari dalam kapal perang KRI Surabaya-591 yang berlabuh sekitar 2 kilometer dari bibir pantai Caligi. Menurut informasi yang diterima Radar Lampung (Jawa Pos Group), KRI Surabaya-591 digunakan sejak Sabtu malam, dari Pelabuhan Merak menuju Lampung.

Rombongan Presiden bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II berlayar selama delapan jam lebih menggunakan kapal perang itu. Di atas kapal tersebut, Presiden menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri tadi malam. ”Ya benar, tapi tidak ada hal penting yang dibahas, biasa hanya evaluasi sejumlah program saja,” kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang ikut dalam rombongan.

Presiden juga membawa sejumlah menteri, yakni Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedi Saleh, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, termasuk Staf Ahli Presiden Andi Arief.

Rombongan Presiden mendapat penjagaan begitu ketat dari dua kapal perang, yaitu KRI Teluk Rate dan KRI Teluk Ambon, selama berlayar. Termasuk ketika melakukan pendaratan. Personel TNI AL, AD, hingga unsur kepolisian dikerahkan untuk melakukan sterilisasi kawasan yang dilalui SBY.

Dalam kunjungan kali ini, SBY tidak berkomentar banyak. Dia hanya berkeliling dengan kendaraan tank untuk menyaksikan latihan perang secara langsung dan sesekali menyapa warga dan pelajar dengan lambaian tanggannya. Setelah itu, Presiden menanam 10 ribu bibit bakau dan trembesi di markas dan pantai markas marinir. Hal yang sama juga dilakukan oleh para menteri yang ikut dalam rombongan itu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad juga memilih diam ketika diminta tanggapannya soal reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, termasuk Hatta Rajasa yang santer beredar salah satu nominator menggantikan Wakil Presiden Boediono. Presiden kemudian kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang dari Bandara Radin Inten Lampung.

Di Pantai Caligi yang merupakan Pusat Latihan Tempur Komando Pasukan Katak Korps Marinir, Presiden menyaksikan demonstrasi tempur pertama berupa penembakan tiga buah tankfib PT-76, penembakan dua BVP-2, penembakan dua Howitser 105, dan penembakan dua roket RM 70 Grad.

Presiden juga menyaksikan demonstrasi tempur kedua berupa penembakan di atas pohon, penembakan reaksi, penembakan mortir 81, dan river crossing serta demonstrasi penembakan Dopper.

Usai acara di pantai, Presiden menuju Markas Komando Batalyon Infanteri-9 Marinir Beruang Hitam untuk menerima Jajar Kehormatan dan Valreep, serta meninjau pameran produk Bio-Marine dan penanaman pohon. Selanjutnya SBY menuju Pantai Klara, meninjau Bakti Sosial Kes Yala, dan menyaksikan Demonstrasi Rubber Duck Operation.

Untuk diketahui, latihan pemantapan terpadu Marinir 2010 wilayah barat itu merupakan latihan pemantapan yang juga dilangsungkan di wilayah timur. Sasarannya memelihara kemampuan komando pengendalian tempur prajurit-prajurit korps marinir pada tingkat perorangan maupun hubungan taktis.

Latihan untuk wilalah barat itu melibatkan 4.758 prajurit korps marinir yang telah dilakukan sejak 25 Januari lalu dan akan berakhir pada 4 Maret 2010. Sementara latihan yang berlangsung di wilayah timur berlangsung di Situbondo, Jawa Timur, yang diikuti 5.319 personel yang rencananya berlangsung Maret mendatang.

Secara resmi latihan pemantapan terpadu tersebut telah dibuka Kepala Staf Marinir AL (Kasal) Laksamana TNI Agus Suhartono, dalam suatu upacara militer yang diihadiri para asisten Kasal, Pangkotama TNI AL, jajaran Muspida Provinsi Lampung, pimpinan TNI dan Polri di wilayah Lampung, serta tokoh masyarakat 29 Januari lalu.

Kadispen Korps Marinir Letkol Said Latuconsina dalam mengatakan prosesi latihan pemantapan, diawali dengan debarkasi gelombang pertama sejumlah 924 orang prajurit dari KRI Teluk Ambona. Pasukan datang menggunakan perahu karet dan didaratkan di pantai Caligi.

Sedangkan untuk mendaratkan senjata artileri menggunakan kendaraan amfibi pengangkut artileri, pasukan dari bataliyon infanteri 4 marinir diperkuat unsur-unsur kesenjataan kavaleri, artileri dan bantuan tempur seluruhnya bermarkas di Cilandak Jakarta Selatan, yang dipimpin Komandan Bataliyon Infanteri 4 Marinir Letkol Marinir Widodo.

Ditambahkan, untuk memudahkan pengendalian di lapangan, latihan terpadu dibagi dalam beberapa tahan seperti fast trope dan river crossing. ”Beberapa tahap ini, kemampuan prajurit mengenai ilmu medan dan membaca peta merupakan kemampuan yang harus diuji untuk dapat menganalisa,” ujar Said Latuconsina.

Disinggung penggunaan amfibi dan proses rubber duck operation yang digunakan dalam latihan kali ini, merupakan bagian dari operasi amfibi ketika pasukan akan didebarkasikan ke dalam kendaraan tempur dan sekoci-sekoci pendaratan selanjutnya dilakukan secara bergelombang di daratan pantai yang dikuasai musuh. 

Gelombang pendaratan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama penembakan ke sarang musuh di darat, selanjutnya membentuk formasi parameter pantai untuk melindungi pasukan pendarat pada gelombang berikutnya termasuk melindungi kendaraan tempur.

”Setelah seluruh personel dan material tempur mendarat dipantau, pasukan selanjutnya bergerak ke sasaran dengan didukung tembakan yang menggunakan senjata bantuan diantaranya roket RM 70 grad, Howitzer 105 mm, tank mortar 60 mm dan mortar 81 mm,” bebernya.

Sementara rubber duck operation merupakan operasi yang dilakukan oleh para anggota intai amfibi mariner yang sebelumnya diterjunkan dari atas pesawat yang selanjutnya disusul para penerjun. ”Kegunaan rubber duck operation ini hanya untuk kepentingan tugas operasi tetapi dapat juga dilakukan untuk kepentingan SAR seperti menolong korban dalam bencana,” tandasnya.(jpnn)