Diduga Ditembak, Tewas Membusuk PDF Cetak E-mail
 Dibaca: 419 kali.
Hukum & Kriminal
Ditulis oleh ira   
Sabtu, 27 Februari 2010 14:26
Mayat Pria Tak Dikenal Ditemukan Mengapung di Penyengat Rendah

JAMBI - Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas di RT 12 Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kamis (25/2). Jasad tak dikenal itu ditemukan warga, bernama Sopia, terapung di kolong jembatan Gelanggang sekitar pukul 10.30 WIB.

 

Melihat kondisi mayat, diduga  pria yang ditemukan dengan kondisi telanjang itu adalah korban pembunuhan. Di beberapa bagian tubuhnya terdapat bekas luka. Dileher dan punggung ditemukan luka berlubang yang disebut-sebut bekas peluru. Hanya saja, aparat kepolisian belum berani mengeluarkan pernyataan dua bekas luka itu.

Luka lainnya adalah bacokan, di dada kanan, kepala bagian belakang, serta di bagian punggung tak jauh dari lubang seperti bekas ditusuk atau lebih mirip bekas peluru.

“Saya belum berani menyatakan apakah dua bekas luka tusuk berbentuk lubang itu adalah bekas tembakan atau bukan. Untuk memastikannya, kita masih menunggu hasil autopsi,” kata Kapolsek Telanaipura AKP Agus Sunarno.

Selain itu, dada kanan tampak membengkak. Ada bekas hantaman benda tumpul berwarna lebam. Lalu ada bekas kulit terkelupas di lutut, serta pergelangan kaki kiri dan kanan. Dari luka berbentuk lubang dan sabetan senjata tajam masih mengeluarkan darah dan aroma tidak sedap.

Informasi yang diperoleh Jambi Independent, mayat tanpa identitas itu ditemukan Sopia, warga setempat yang  sedang mandi. Dia melihat suatu benda berwarna putih mengapung tak jauh dari pemandiannya. Lantaran penasaran, dia lalu mendekati benda tersebut menggunakan perahu kecil. Ternyata benda yang dilihatnya sesosok mayat.

Posisi mayat tersebut tersangkut di sebatang pohon sawit dengan kondisi memprihatinkan. Setelah mengetahui benda aneh itu adalah sosok mayat manusia, Sopia langsung mengayuhkan kembali perahu ke pinggir sungai.

Dia berlarian sambil memanggil warga. Teriakan itu menarik perhatian Aji, Ahmad, Iyan, dan warga lainnya. Selanjutnya, temuan mayat itu dilaporkan ke aparat kepolisian Polsekta Telanaipura. Mendapat laporan, polisi bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).

“Saya melihat ada benda aneh mengapung di pinggir sungai. Waktu didekati dengan perahu, ternyata mayat orang. Setelah tahu benda aneh tadi mayat, saya panggil Aji, Ahmad, Yan melihat mayat itu,” kata Sopia mengingat kejadian yang baru saja dia lewati.

Kerumunan orang di TKP memadati lokasi ditemukannya mayat tersebut. Warga ingin melihat dan mencari informasi. Beberapa saat, polisi langsung mengidentifikasi jasad dan ditemukan banyak luka di tubuh pria yang tewas telanjang itu.

Setelah dievakuasi, mayat tanpa identitas tersebut lalu dilarikan ke kamar mayat RSUD Raden Mattaher Jambi. Hingga kemarin (26/2) belum ada warga yang melaporkan kehilangan pada pihak kepolisian. Pihak kepolisian baru melakukan visum luar. Sebab kematian masih diselidiki.

Kepada Jambi Independent, Agus Sunarno mengatakan penyelidikan masih dikembangkan. Korban, adalah Mr X karena warga sekitar TKP tidak mengenali jasad tersebut. Selain itu, hingga kini belum ada laporan warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

Penemuan sosok mayat itu berdasarkan laporan warga. Diduga kuat, lanjutnya, jasad tersebut merupakan korban penganiayaan. Sebab ditemukan sejumlah luka di tubuh Mr X tersebut. Seperti di leher, dada, punggung, kaki dan beberapa tempat lainnya. “Berdasarkan visum luar, kuat dugaan adalah korban pembunuhan. Ini dilihat dari bekas luka yang ditinggalkan di tubuh korban,” jelasnya pada Kamis lalu.

Untuk memastikan penyebab kematian, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dan autopsi. Selain itu, lanjutnya, pihaknya melakukan pemeriksaan saksi-saksi. “Sekarang masih diselidiki dan dikembangkan. Kita akan mencari identitas korban terlebih dahulu.

Informasi lain yang diperoleh Jambi Independent,  TKP pembunuhan bukan di kolong jembatan tersebut. Tetapi, setelah dianiaya hingga tidak bernyawa lagi, korban dibawa dan dibuang di jembatan Desa Penyengat Rendah, Telanaipura. Sumber ini juga menyebutkan, melihat kondisi jasad, kemungkinan sudah meninggal 2 hingga 3 hari sebelum ditemukan.    

Hanya saja Kapolsek belum berani memastikan hal ini. Menurut dia, polisi menemukan jasad sudah meninggal di bawah jembatan. “Apakah dianiaya di TKP lalu dibuang di jembatan, belum bisa disebutkan karena masih dalam pengembangan aparat kepolisian,” tegasnya.

Hingga kemarin, Polesekta Tenalaipura terus melakukan pengembangan. “Kemungkinan kematiannya sehari sebelum ditemukan. Bau tak sedap dari mayat itu karena darah yang keluar dari beberapa bekas luka,” tandasnya.(ira)