|
Terinspirasi dari Luar Jambi Hingga Mancanegara MUARABUNGO - Megah dan bernilai seni tinggi. Itulah yang terpancar ketika melihat kediaman keluarga pasangan H Effendi dan Hj Isnaini yang beralamat di Jalan Sultan Thaha Nomor 80 Kecamatan Pasar Muarabungo, Kabupaten Bungo. Tak heran, rumah ini selalu mendapat sorotan dari setiap orang yang melintas di depan rumahnya. Rumah mewah nan megah tersebut berdiri kokoh dengan dominasi tiang-tiang tinggi. Dengan menampilkan warna-warna muda, membuat yang memandangnya tidak bosan. Rumah yang elegan, mewah tersebut dibangun selama tiga tahun sejak 1997. Selama tiga tahun itu beberbagai kendala ditemukan sehingga penyelesaiannya tertunda. Salah satu kendala yang sangat menganggu yaitu ketika harga karet anjlok. Maklum, sang pemilik rumah adalah toke karet di Bungo. Harga karet tak menentu saat itu membuat pembangunan sedikit terhenti. Namun, berkat kegigihan dan tekad untuk membangun rumah idaman itu akhirnya dapat diselesaikan. Menurut Isnaini, yang juga merupakan salah satu anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bungo tersebut, bahan bangunan banyak yang didatangkan dari luar Bungo. Ada bahan bangunan yang diperoleh dari Jakarta, Medan, Jepara, Jambi, bahkan ada pula bahan bangunan ataupun barang-barang yang mengisi ruangan rumah tersebut diperoleh dari luar negeri. “Ada kaca lengkung di bagian atas rumah dibeli dari Cina,” tutur Isnaini, sang pemilik rumah. Isnaini mengatakan, ide dari seluruh arsitektur rumah adalah ide bersama, dia dan suaminya. Isnaini juga mengatakan bahwa setiap mengunjungi suatu tempat dalam perjalanan liburannya dari Jakarta serta berbagai daerah yang pernah dikunjungi, selalu teringat di dalam benaknya untuk dapat mewujudkan apa yang disaksikan di tempat lain, untuk dapat diwujudkan di dalam rumah mereka. Saat memasuki rumah yang berpagar tinggi itu, tamu disambut dengan sebuah taman kecil, serta lantai beton yang membuat suasana halaman depan tampak rapi dan terawat. Dari kejauhan, rumah tersebut memang cukup mencolok dengan berbagai aksesoris dari sudut luar rumah hingga di dalam rumah. Hal ini menambah rasa nyaman bagi pemiliknya. Menariknya, suami-istri ini tidak lupa membangun sebuah musala kecil di dalam rumah. Di bagian tertinggi atap rumah, terlihat sebuah kubah yang tampak dari luar, di dalamnya ternyata ada musala kecil. Saat memasuki musala tersebut, terlihat ukiran jepara dengan ornamen kaligrafi yang sangat indah. Ruangan lainnya adalah ruang tamu yang cukup luas. Selanjutnya, ada ruang tempat keluarga bercengkerama dan menonton televisi, dan di dekatnya ada ruang dapur bersih, serta sebuah mini bar. Di bagian paling belakang, terdapat ruang dapur basah yang tampak rapi. Rumah tersebut juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan keindahan alam, dengan adanya sebuah taman kecil, serta rangkaian bunga plastik dan bunga segar di beberapa sudut rumah. (*) |