Sastra
Arman Terakhir PDF Cetak E-mail
Sastra
Ditulis oleh Syarifah Lestari   
Minggu, 13 September 2009 17:46

“Arman,” ia menyebut namaku. Aku ingin melonjak saking girangnya. “Kau ingat aku, kan?” ingin kugenggam tangannya, tapi kesalahan tak boleh terulang lagi. Sayangnya ia menggeleng.

Selanjutnya...
 
CERPEN | Bidadari Sang jurnalis PDF Cetak E-mail
Sastra
Ditulis oleh MEILA R   
Minggu, 13 September 2009 16:45

Senja masih memerah, hawa panas dan lengkingan kendaraan tengah kota menabuhkan. Sesak yang mendesak desak. Mengusik kelelahan. Seharian pikiranku disibukkan oleh pekerjaan ini. Jangan tanya mengapa aku terjun ke dunia jurnalistik yang sama sakali belum pernah ku geluti semasa kuliah dulu. Aku pun tak tahu jawabannya. Mungkin memang nasib yang menulis namaku dan pekerjaan ini dalam satu garis. Jadi aku harus berdamai pada cita-cita awal, menjadi seorang akuntan.

Selanjutnya...
 
CERPEN | Hari Penentuan PDF Cetak E-mail
Sastra
Ditulis oleh Hendri Dunan Naris   
Minggu, 30 Agustus 2009 16:28

CERPEN | Hari Penentuan

Oleh : Hendri Dunan Naris

Sepasang Suami Istri tengah terlibat pembicaraan serius diruang tamu. Raut wajah tua mereka terlihat datar dan penuh beban. Sementara ketiga anak mereka terlibat dalam pergulatan yang serius dengan buku-buku pelajarannya.

“Bu, Bapak bukan tidak mendoakan Seto tidak lulus. Tapi Bapak khawatir saja!” ungkap si Bapak.

Selanjutnya...
 
CERPEN | Rapat Para Perempuan PDF Cetak E-mail
Sastra
Ditulis oleh Rudy Prayala   
Minggu, 30 Agustus 2009 15:40

 

CERPEN | Rapat Para Perempuan

Rudy Prayala

Di tengah kesejukan angin senja di sebuah lapangan kecil,  dibawah rerimbun bambu, segerombolan perempuan sedang berembuk dengan khusyuk, tampak keseriusan mencuat dari wajah mereka masing-masing. Mereka adalah perempuan yang sekarang telah menjadi wanita, perempuan yang sebelumnya mereka sendiri anggap bijaksana, yang paling benar, dan yang cinta dan taat suami.

Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 6