Daerah Kesal Jalan Rusak Parah, Jalan Nasional Ditanami Pohon

Kesal Jalan Rusak Parah, Jalan Nasional Ditanami Pohon

98
0
BAGIKAN
Jalan nasional zona V di Kabupaten Tanjabtim ditanami pohon. Foto: Amiruddin/Jambi Independent

MUARASABAK – Semakin parahnya kondisi jalan nasional atau zona V yang berada di Tanjabtim, membuat warga kesal. Bahkan, warga nekat menanam pohon diruas jalan yang berlubang di Desa Kota Baru, kecamatan Geragai. Kerusakan jalan sendiri ditenggarai karena maraknya aktifitas mobil sawit yang melebihi tonase jalan.

Apalagi, kerusakan jalan sudah hampir menyeluruh. Mulai dari Nibung Putih hingga zona V. Meskipun ada penimbunan jalan yang rusak, itu hanya bertahan beberapa hari, karena memang kendaraan yang melintas diatasnya cukup berat.

“Kalau tidak di ginikan (tanami pohon,red), bisa-bisa lobang jalannya akan semakin parah,”ungkap Andi salah seorang warga setempat.

Padahal, lanjut Andi sebelum beraktifitasnya mobil tronton yang mengangkut sawit, kondisi jalan tidak separah saat ini. Namun tiga tahun terakhir dan banyaknya aktivitas angkutan sawit membuat jalan hampir merata mengalami kerusakan. “Lihat saja sendiri kondisi jalan saat ini pak. Kalau sudah malam harus ekstera hati-hati,”keluhnya.

Sementara itu, Joni salah seorang pengendara motor mengatakan memang kondisi akses jalan saat ini sangat memprihatinkan akibat angkutan sawit. Bahkan menurutnya jika berkendaraan harus ekstra hati-hati. Celakanya lagi, kendaraan angkutan sawit tidak peduli dengan jalur jalan. Hanya mementingkan dirinya sendiri. “Sering bikin kesal kalau sudah berada di belakang tronton, supirnya tidak mau minggir,”ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjabtim Hadi Firdaus mengatakan kesepakatan untuk perbaikan jalan nasional menjelang adanya pekerjaan yang dilakukan pihak Balai Jalan. Mengingat kondisi jalan nasional saat ini sudah terlalu parah. Sehingga dikhawatirkan akan terus mengganggu para pengguna jalan.

“Menjelang adanya perbaikan yang dilakukan pihak Balai Jalan, melalui proses lelang yang tentunya membutuhkan waktu cukup lama. Maka Pemkab Tanjabtim yang dibantu beberapa perusahaan sepakat untuk memperbaiki jalan nasional tersebut,”ungkapnya.

Hadi menjelasksn perbaikan yang dilakukan Pemkab bersama beberapa perusahaan ini sifatnya gotong royong. Maka perbaikannyapun hanya dipusatkan di beberapa titik tertentu yang kerusakannya semakin parah.

“Sifatnya gotong royong, nanti ada yang menyumbang material dan ada pula yang menyediakan alat berat,”lanjutnya.

Terlebih meski jalan dari Kota Jambi menuju Muarasabak tersebut telah berubah status menjadi jalan nasional, namun kontruksi jalan saat ini tidak bisa dikatakan jalan nasional. Ini karena jalan tersebut sebelumnya masih berstatus jalan Provinsi.

“Makanya nanti setelah perbaikan yang dilakukan pihak balai selesai, kami meminta pihak balai untuk mengklasifikasikan kelas jalan tersebut. Kelas jalan ini nantinya menjadi dasar untuk membatasi tonase,”sebutnya.

Terpisah Satker Pengawasan Perencanaan Jalan Nasional (P2JN) Kisman Hadi mengatakan meski jalan zone V statusnya adalah jalan nasional, tapi kemampuan jalan yang ada saat ini hanya enam ton. Sementara mobil yang melintas saat ini ada yang mencapai 30 ton.

“Kita telah lakukan penimbangan kapasitas jalan, dengan kondisi yang ada saat ini kemampuannya hanya enam ton. Tapi ada yang melintas 30 ton, Kita punya data-datanya,”ungkapnya.

Dilain sisi dijelaskan, tahun ini sebanyak 79,5 M dialokasikan pemerintah pusat, untuk zona V. Gunanya, untuk peningkatan jalan nasional sepanjang 49,5 Km, khususnya lintas Kota Jambi-Muarasabak, yang difokuskan di daerah zona V yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Muara Jambi. Dana sebesar Rp. 79,5 milyar tersebut, dibagi dalam beberapa kegiatan, namun lokasi pekerjaannya tetap dipusatkan di Zona V.

Rinciannya, pemeliharaan rutin jalan di daerah Batanghari 2 Zona V sepanjang 30 Km, dengan alokasi dana sebesar Rp. 2,2 milyar. Kemudian pemelirahaan rutin jalan Zona 5 sepanjang 25 Km dengan alokasi dana Rp. 1,5 milyar. Kegiatan rekontruksi jalan Zona V sepanjang 1 Km lebih dengan alokasi dana Rp. 15 milyar, serta jalan simpang 5 Zona V sepanjang 3,5 Km dengan alokasi dana Rp 45 milyar.

“Total alokasi dana untuk perbaikan atau peningkatan jalan nasional sebesar Rp. 79,5 milyar, saat ini tengah dalam persiapan proses lelang,”ungkapnya. (ami/viz)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here