Opini Memanfaatkan Media Sosial Untuk Dunia Pendidikan

Memanfaatkan Media Sosial Untuk Dunia Pendidikan

20
0
BAGIKAN

Oleh: Wasril Tanjung, S.Pd

SEIRING dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, maka para guru dituntut untuk dapat memanfaatkan produk-produk hasil dari kemajuan terknologi dalam proses pembelajaran. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Mendikbud RI (Anies Baswedan) bahwasanya saat ini teknologi menjadi sumber kekuatan utama. Penguasaan teknologi, pengetahuan dan informasi menjadi tuntutan yang perlu dikuasai oleh masyarakat Indonesia. Apalagi Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang persaingannya sangat ketat. Oleh karena itu, para peserta didik dan guru harus ikut serta memanfaatkan teknologi demi mendukung pembelajaran di sekolah.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini dapat dilihat dari banyaknya anak-anak menggunakan handphone yang dilengkapi dengan fitur-fitur canggih. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang saat ini sangat aktif di internet. Dari pengalaman penulis yang selama ini menjadi wali kelas di SMP IT Nurul ‘ilmi Jambi, banyak orangtua murid melaporkan bahwa anaknya lebih sering bermain handphone daripada belajar. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi guru dalam memotivasi siswa untuk belajar.

Ketika teknologi sedang berkembang pesat, maka yang mestinya dilakukan oleh guru adalah memanfaatkannya untuk membantu tercapainya hasil pembelajaran. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran merupakan salah satu upaya guru untuk mengarahkan siswa agar dapat beradaptasi dengan zamannya. Zaman yang dimaksud adalah zaman teknologi. Yakni, zaman yang ditandai dengan merebaknya penggunaan teknologi. Sedangkan guru saat ini mayoritasnya adalah guru zaman pra teknologi. Yakni, zaman disaat kita bertumbuhkembang ketika teknologi belum mendominasi.

Sepuluh tahun yang lalu, jumlah orang yang menggunakan handphone sangat terbatas. Sekarang, hampir semua orang telah memiliki handphone. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi dan informasi semakin maju. Inilah yang membedakan antara zaman dulu (era pra teknologi) dan zaman sekarang (era teknologi). Jika ada guru yang saat ini tidak memiliki handphone, maka dianggap ketinggalan zaman. Jika ada guru yang belum pernah menyentuh laptop, maka dianggap ketinggalan zaman. Sebab, kita sedang berada di era teknologi. Siapapun yang dalam kesehariannya tidak menggunakan teknologi maka akan dicap sebagai orang yang ketinggalan zaman.

Saat ini, hampir seluruh siswa/i SMP dan SMA telah memiliki Handphone dan sangat aktif menggunakan internet. Bahkan beberapa siswa/i SD pun juga telah banyak yang memiliki handphone. Kondisi ini adalah hal yang wajar. Karena inilah zamannya. Maka, sudah sepatutnya guru era sekarang memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Karena mereka saat ini sedang mendidik anak yang sedang berkembang di era teknologi dan akan hidup di era yang lebih canggih lagi di masa mendantang.

Memang, sangat banyak teknologi yang telah bermunculan dan anak-anak telah lebih dahulu kenal dengan teknologi tersebut daripada gurunya. Namun, bukan berarti guru harus menggunakan seluruh fitur teknologi yang muncul. Minimalnya ada beberapa fitur teknologi yang dimanfaatkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga, aktivitas pendidikan tidak ketinggalan dengan zamannya.

Mayoritas guru tentunya telah memiliki handphone yang memiliki fitur internet. Pemanfaatan internet dalam dunia pendidikan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan. Penggunaan internet dalam dunia pendidikan dapat dilakukan oleh guru. Apalagi perkembangan media sosial di Indonesia sangat pesat. Bahkan, guru saat ini minimalnya telah memiliki 1 akun media sosial. Seperti, BBM, Facebook, WhatsApp, Line, Instagram, Twitter, atau Path. Begitu pula dengan siswa. Hanya saja saat ini media sosial belum banyak dimanfaatkan oleh guru untuk mempermudah komunikasi dengan siswa.

Aktifnya siswa di media sosial jika dipandang dari sudut pandang negatif maka hal tersebut adalah ancaman. Namun jika dipandang dari sudut pandang positif, maka aktifnya siswa di media sosial merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk menyebarkan informasi yang berhubungan dengan pembelajaran. Maka oleh karena itu, diharapkan para guru dapat berpartisipasi aktif juga di media sosial dengan memanfaatkannya sebagai sarana untuk mempermudah kita menyampaikan informasi kepada siswa.

Pemanfaatan media sosial dalam dunia pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai metode. Misalnya seorang guru aktif di media sosial facebook, BBM, WhatsApp, atau Line, maka guru dapat membuat grup media sosial yang anggotanya adalah seluruh siswa yang memiliki akun media sosial tersebut. Selanjutnya, guru secara rutin mengajak siswa untuk berdiskusi tentang sesuatu hal yang dianggap menarik untuk didiskusikan. Atau, guru bisa juga memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang telah atau yang akan diajarkan oleh guru pada grup tersebut. Guru bisa juga memberikan hadiah kepada siswa yang berhasil menjawab dengan benar.

Tidak hanya sebagai wadah untuk berdiskusi, media sosial juga dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mengupload materi pembelajaran, foto-foto, atau video yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Sehingga, siswa akan mendapatkan informasi yang lebih banyak daripada sekedar informasi yang disampaikan oleh guru di kelas. Selain itu, guru juga dapat memanfaatkan media sosial untuk mengawasi aktivitas siswa. Sebab, banyak siswa yang saat ini seringkali berbicara kotor atau bahkan mengupload foto-foto yang negatif. Apabila guru berteman dengan akun media sosial siswa, maka ada rem bagi siswa untuk memposting hal-hal yang negatif.

Pemanfaatan media sosial dalam dunia pendidikan hanyalah satu dari sekian banyak inovasi yang dapat dilakukan oleh guru dalam rangka menggunakan teknologi dalam dunia pendidikan. Masih banyak lagi metode yang dapat dikreasikan oleh guru dalam pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Bercerminlah dari guru-guru yang ada di luar negeri. Seperti Finlandia, Amerika, Australia, Singapura dan lain-lain. Mereka telah lama memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan. Sementara guru-guru di Indonesia masih belum mendominasi. Oleh karena itu, guru Indonesia harus mulai terbiasa memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan agar tidak menghasilkan siswa yang ketinggalan zaman seiring perkembangan teknologi. (*)

*) Guru SMP IT Nurul Ilmi Jambi

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here