Headline Oknum Dewan Dituduh Gerayangi Santri

Oknum Dewan Dituduh Gerayangi Santri

Saat Periksa Lampu Pondok

BAGIKAN
ilustrasi

ISU tak sedap menghampiri salah satu anggota DPRD Merangin berinisial SN. Karena diduga telah melakukan perbuatan cabul, dia dilaporkan ke pihak berwajib.

Dia dilaporkan ED, yang merupakan kakak dari korban yakni PI (16) kemarin (12/7) sekira pukul 15.00, ke Polres Merangin. Keduanya datang ke kantor polisi.

Dikisahkannya, peristiwa yang menimpa adiknya ini terjadi Senin (10/7) sekira pukul 20.00. PI sendiri adalah santri yang mengenyam ilmu pendidikan di ponpes yang dipimpin SN di Kabupaten Merangin.

“Dia (SN, red) mengajak adik saya memeriksa listrik di kamar. Kondisi saat itu gelap, dan SN hanya menggunakan senter,” kata ED saat dibincangi kemarin.

Dari cerita yang didapatnya dari sang adik, saat itu SN melihat PI sedang duduk. Dia lalu menanyakan lampu kamar PI yang padam.

Keduanya pun pergi melihat keadaan pondok. Di sana, PI mengecek lampu. Ternyata lampu tidak padam. Lantaran tidak ada kendala, SN langsung menanyakan kepada korban, apakah korban sering berpacaran di dalam ponpes.

Kau sering bawa cowok yo di dalam pondok, dan sudah punyo pacar yo,” tiru PI, menirukan ucapan SN terhadapnya.

Merasa tuduhan itu tidak benar, PI membantahnya. “Dak ado aku punyo pacar pak ustad,” katanya. Menurut PI, SN menantang untuk membuktikan kebenaran ucapannya, dengan memeriksa tubuhnya.

Selanjutnya kata PI, SN meraba tubuhnya, hingga ke (maaf, red) alat vitalnya. Ini membuat korban merasa malu, dan pergi ke rumah orang tuanya untuk menceritakan kejadian tersebut.

Mendengarkan cerita PI, orang tua korban lalu menceritakan kejadian tersebut ke pihak desa. Hal ini sempat akan diselesaikan Lembaga Adat Desa, namun tidak menemui titik terang. Akhirnya keluarga PI memilih untuk melaporkan hal ini ke Polsek Pamenang dan Polres Merangin.

“Kita memang menerima laporan tersebut. Tapi untuk penyelidikan lebih lanjut, laporan ini kita serahkan ke Satreskrim Polres Merangin,” ungkap Kapolsek Pamenang, AKP S Nababan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Merangin AKP Al Hajad, mengatakan penyidik masih meminta keterangan terhadap korban. “Kami masih memeriksa korban di ruang pemeriksaan khusus, karena korban ini masih di bawah umur,” singkatnya.

SN : Itu Fitnah

SEMENTARA itu, SN yang berhasil dikonfirmasi, mengatakan kalau semua tuduhan yang lontarkan oleh PI tidak benar. Ditegaskannya, dia tidak melakukan tindakan ‘bodoh’ tersebut.

Menurut SN, peristiwa itu berawal setelah salat Magrib. Saat itu, dia mengambil perlengkapan untuk memperbaiki jaringan listrik yang mengalami gangguan. Jaringan listrik itu melewati panti jompo dan pondok santri.

Ketika menuju pondok santri, SN bertemu PI yang sedang duduk di teras asrama. “PI lampu di pondok mu hidup tidak, karna malam ini saya mau perbaiki lampu,” kata SN menirukan ucapannya pada PI saat itu.

“Entah pak, idak tau,” jawab PI. Lantas, dia pun mengajaknya melihat langsung malam itu juga. Ini karena, malam besok dia tidak sempat memperbaiki lampu tersebut.

Permintaan SN ini pun diiyakan PI. Ketika menuju pondok, SN mengaku berjalan di depan karena dia memegang senter, lantaran kondisi agak gelap dan malam hari.

Selanjutnya, saat berjalan dia menanyakan ke PI apakah sudah pacaran. “Dijawabnya idak ado buya,” jawab PI. Saat itu SN mengaku marah. “Kau kapan ditanyo tidak pernah mengaku,” ucapnya pada PI.

Menurutnya, perkatannya seperti itu sudah keras pada santri. “Saya ini pimpinan (pondok), masak dia juga tidak mengaku,” ujarnya.

Setelah itu, mereka sampai di jalan tebing. Dari situ terlihat jika lampu di pondok PI sudah menyala. Melihat itu, SN mengaku langsung pulang, sebab di rumahnya sudah ada tamu yang menunggu yakni Ustad Abdul Haris dan Anasri. Sementara PI lanjut ke ke asrama.

“Kami ngobrol di rumah, kemudian dilanjutkan ke toko saya dan kami duduk sampai pukul 02.00 dini hari,” katanya. Atas adanya isu tak sedap ini, SN meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Merangin.

Terlepas benar atau tidak, katanya, yang jelas dia merasa tidak berbuat seperti yang disangkakan. “Ini cobaan selaku wakil rakyat. Insyaallah yang disangkakan itu tidak benar,” kata dia. (din/rib)

Loading Facebook Comments ...