Headline Partisipasi Naik, Tapi Tidak Capai Target

Partisipasi Naik, Tapi Tidak Capai Target

BAGIKAN
Suasana pembukaan kotak surat suara dalam pleno di tingkat PPK di Kabupaten Muarojambi. Foto: Rano Isjuandi/Jambi Independent

Paling Tinggi Di Tebo 75,6 Persen

JAMBI – Partisipasi pemilih yang ditargetkan KPU RI pada Pilkada 2017 ini tidak tercapat. Dimana, tiga daerah yang menggelar Pilkada tidak satupun mencapai 77,5 persen. Dimana, Muarojambi hanya 73,1 persen, Sarolangun 70, 3 persen dan Tebo hanya 75, 6 persen. Data ini berdasarkan angka yang diperoleh dari sistem perhitungan dari KPU RI dalam websitenya Pilkada2017.kpu.go.id.

Secara rinci, Kabupaten Muarojambi, Jumlah pemilih 267.865, partisipasi pemilih 195.741 (73,1 persen). Berarti Golput 26,9 persen. Kemudian, di Tebo, Jumlah Pemilih 220.259, partisipasi pemilih 166.564 (75,6 persen) dan Golput : 24,4 %. Sementara Sarolangun, jumlah pemilih 188.283 dengan partisipasi pemilih 132.269 (70,3).

Komisioner KPU Sarolangun, Asriyadi mengatakan, tren dalam setiap pemilihan naik turun, termasuk di Kabupaten Sarolangun. Dari data yang ada di KPU, sejak pemilihan gubernur dan wakil gubernur 2010 dan pilbup tahun 2011 partisipasi pemilih masing-masing berada di angka 78 persen dan 75 persen, Pilpres 2014 sebesar 72 persen, kemudian Pileg 2014 sebesar 82 persen, dan Pilgub 2015 berada di angka 66 persen.

“Untuk Pilkada serentak 2017, data scan C1 yang masuk ke KPU Sarolangun ternyata partisipasi pemilih meningkat dari  Pilgub 2015 yang lalu dari 66 persen menjadi 70 persen untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Sarolangun 2017, walaupun kenaikannya kecil tidak begitu signifikan,”katanya.

Namun, Ia mengakui ini belum mencapai target dari KPU RI yang mematok 77,5 persen. Hanya saja, ini sudah lebih baik dari pilkada sebelumnya. “Faktor alam jga berpengaruh, seperti hujan di hari H di beberapa tempat,”katanya.

Ia mengatakan, setiap pemilihan berbagai upaya sosialisasi secara masif dan kontinue dilakukan KPU Sarolangun. Sejak awal tahapan pilbup Sarolangun sejak Juni 2016 lalu berbagai sosialisasi dilakukan. Misalnya, KPU Sarolangun melakukan sosialisasi tatap muka secara langsung dengan organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, keagamaan, majelis pengajian termasuk dengan pemilih pemula di sejumlah sekolah.

Sedangkan sosialisasi tatap muka dengan masyarakat dilakukan hingga ke semua kecamatan, termasuk yang dilakukan jajaran KPU ditataran PPK dan PPS.  Sosialisasi bentuk lain pun dilakukan KPU dengan berbagai cara, seperti dengan mencetak spanduk baliho daftar pemilih 168 buah, himbauan ayo mencoblos 168 buah, baliho 10 buah, billboar 6 buah, termasuk 5000 buah poster, stiker mobil 500 buah, pamphlet 1500 buah, mug 300 buah, gantungan kunci 1500 buah hingga kalender.

Semua alat dan bahan sosialisasi tersebut disebar di seluruh daerah di Kabupaten Sarolanguu, ditambah lagi dengan baliho, spanduk, umbul-umbul alat peraga kampanye pasangan calon yang difasilitasi KPU Sarolangun. “Kami akui partisipasi pemilih di Kabupaten Sarolangun setiap pemilihan naik turun, kadang naik kadang-kadang turun. Kami pikir disebabkan beberapa hal, salah satunya cuaca yang hujan sejak pagi, kemudian ado faktor lain, misalnya di CNG (Cermin Nan Gedang, Red) hampir ratusan warga yang merantau ke Malaysia,” ujar mantan wartawan di salah satu media di Jambi itu.

Menurut Adi –begitu dia akrab disapa- di samping sosialisasi tatap muka dan penyebaran bahan-bahan, sosialisasi secara masif dilakukan KPU Sarolangun melalui puluhan media baik cetak, televisi, radio, online, dan media sosial. “Untuk meningkatkan partisipasi pemilih bukan hanya semata-mata tugas penyelenggara, tetapi tanggung jawab bersama mulai masyarakat luas, pemerintah, partai politik, termasuk pasangan calon bersama tim paslon,”katanya.

Terpisah, Ketua KPU Muarojambi Edison juga senada. Ia mengatakan jika KPU sudah maksimal dalam melakukan sosialisasi. Namun kendala di hari H bisa saja terjadi seperti di Muarojambi hujan lebat terjadi di beberapa kecamatan hingga siang. Bahkan beberapa TPS ada yang pindah. “Selain masalah data pemilih. Terbukti 18.000 C6 yang dikembalikan. Ini karena pemilihnya tidak ditemukan, sudah meninggal dunia, pindah domisili dan sebagainya,”katanya. (nid)

Loading Facebook Comments ...