Daerah Tanjab Barat Pertumbuhan Ekonomi Lambat, Sekda Berkilah Proyek Belum Jalan

Pertumbuhan Ekonomi Lambat, Sekda Berkilah Proyek Belum Jalan

Icol Ketua DPRD : Banyak Faktor lain, bukan Berpatok Proyek APBD

BAGIKAN
Sekda Tanjab Barat Ambok Tuo

KUALATUNGKAL – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanjab Barat, dari tahun 2015-2016 cenderung melambat, data yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik Tanjab Barat tercatat hanya 6 sampai 7 persen setiap tahunnya. Dari keterangan BPS sendiri, ada beberapa faktor penyebabnya seperti faktor pertanian dan perkebunan.

Namun, Sekda Tanjab Barat Ambok Tuo, dimintai keterangan persoalan ini, secara gamblang malah menjawab bahwa banyak Proyek APBD Tanjab Barat sampai bulan tujuh ini, banyak yang belum jalan.

“Ekonomi berjalan lambat karena proyek belum jalan sampai bulan tujuh ini, itulah faktornya,”singkat Sekda kemarin (17/7).

Namun, Ketua DPRD Tanjab Barat, Faizal Riza menyebutkan, bahwa pertumbuhan Ekonomi di Tanjab Barat sampai tahun 2016 lalu. Memang banyak faktor yang menyebabkan, antaranya devisit anggaran Pemkab Tanjab Barat sampai 478 Milyar pada tahun 2015 lalu. Jadi, penyerapan pada tenaga kerja untuk beberapa proyek APBD tidak berjalan maksimal.

Tetapi, ini bukan faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan laju ekonomi Tanjab Barat terbilang lamban. “Apakah dengan jalannya proyek APBD menjadi indikartor penilaian lajunya perekonomian, itu perlu dikaji dulu, saya rasa banyak faktor lain seperti yang dijelaskan BPS Tanjab Barat, dan ini menjadi PR kita bersama kembali untuk membangkitkan Ekonomi Rakyat Tanjab Barat,”ucapnya.

Sebelumnya, Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanjab Barat, Jambi dari tahun 2015-2016 cenderung melambat. Hanya naik 6 sampai 7 persen setiap tahunnya. Hal ini pun berakibat Kabupaten Tanjab Barat meraih perungkat dua dengan Jumlah Penduduk kategori miskin se-Provinsi Jambi.

Hal ini dibeberkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanjab Barat, Tanjab Barat, Edy Akson belum lama ini. Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi di wilayah Tanjab Barat, setiap tahunnya mengalami peningatakan, Namun, naiknya pertumbuhan ekonomi tidak terlalu tinggi, hanya naik  6-7 persen setiap tahunnya.

Untuk pertumbuhan tahun 2015-2016 ,lanjut Aksin, memang tercatat meningkat, namun cenderung melambat.

Dijelaskan, lambatnya proses pertumbuhan ekonomi di wilayah Tanjab Barat, dikarenakan beberapa faktor, di antaranya faktor alam, seperti kabut asap, dan juga faktor turunnya Produksi Migas untuk wilayah ini.

Akson juga menerangkan, bahwa kenaikan produksi yang tak signifikan, dari sektor Pertanian, juga menjadi salah faktor penyebab melambatnya laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanjab Barat.

“Ada juga faktor lain, seperti adanya sanksi pinalti terhadap prusahaan yang nakal, yang membakar lahan sembarangan hingga mengakibatkan tidak produksinya perusahan selama 1 tahun, jadi para pekerja bangaj yang dirumahkan, otomatia masyarakat tidak ada penghasilan,”kata Edy Akson.

Lebih jauh Akson menjelaskan, selain Pertanian, dana bagi migas dan keberadaan perusahaan, sektor lain juga harus digenjot untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten pesisir tersebut.

“Sejauh ini angka kemiskinan di Tanjab Barat masih tergolong tinggi. Dan bahkan menduduki ranking dua se provinsi Jambi, setelah Kabupaten Tanjab Timur,”singkat dia.(muz)

Loading Facebook Comments ...