Daerah Polisi Buru Pemilik Tongkang Penabrak Pemukiman di Kampung Laut

Polisi Buru Pemilik Tongkang Penabrak Pemukiman di Kampung Laut

BAGIKAN
Pemukiman warga yang ditabrak. Foto: Amiruddin/Jambi Independent

MUARASABAK – Meski proses hukum tongkang milik PT. Bahtera Bestari Sipin, yang menabrak permukiman nelayan Kecamatan Kuala Jambi kini telah dilimpahkan ke Ditpolair Polda Jambi. Namun Satpolair Polres Tanjabtim menegaskan proses hukum dan ganti rugi terhadap kerugian materil masyarakat tetapbterpisah. Proses hukum akan terus berlanjut jika ada unsur kelalaian. Sebaliknya proses hukum akan dihentikan jika tidak ditemukannya unsur kelalaian dalam peristiwa naas tersebut.

Hal ini dikatakan Kasat Pol Air Polres Tanjabtim Iptu Maskat, ketika menghadiri pertemuan antara warga dan pihak perusahaan terkait ganti rugi di Kantor Camat Kuala Jambi kemarin (16/2). Dikatakannya, proses ganti rugi dan proses hukum akan berjalan terpisah. Dimana proses hukum tertabraknya permukiman warga oleh tongkang milik PT. Bahtera Bestari Sipin, telah dilimpahkan ke Ditpolair Polda Jambi. Saat ini lanjutnya, belasan kru kapal tengah menjalani pemeriksaan di Ditpolair Polda Jambi,”Jadi bapak-bapak tidak perlu khawatir, silahkan lanjutkan proses mediasi ini.

Sementara kami juga fokus pada proses hukumnya,”ungkapnya.
Namun lanjut Iptu Maskat, jika dalam pemeriksaan nanti tidak ditemukan unsur kelalaian dan kapal memiliki dokument lengkap. Maka bisa saja proses hukum tersebut dihentikan.”Terkait perkembangan proses hukum ini, pihak agen kapal akan mendapat informasi dari kita,”jelasnya.

Terpisah Nanang, selaku perwakilan dari agen kapal mengatakan peristiwa naas ini menurutnya murni karena faktor alam. Meskipun dalam hal ini dirinya, tidak menyaksikan langsung dan hanya mendapat laporan saja.”Saat kejadian tongkang dalam keadaan tidak ada muatan, sementara saat itu angin cukup kencang dari arah kanan tongkang. Sehingga tongkang pun akhirnya menabrak permukiman warga, walaupun tugboat telah berusaha untuk menghindari tabrakan namun tenaga tugboat kalah dengan angin yang kencang”ungkapnya.

Sebagai agen kapal lanjut Nanang, pihaknya tidak ikut campur terlalu dalam baik dalam urusan ganti rugi maupun proses hukum. Karena dalam hal ini agen kapal hanya mengurus kedatangan dan keberangkatan kapal, yakni dengan memberikan izin berlayar.

“Kami dalam hal ini tidak ikut campur, karena kami hanya mengurus memberikan izin berlayar atau KSOP. Namun menurut pandangan saya, kejadian ini murni karena faktor alam,”jelasnya.
Sementara itu, Wawan pemilik kapal tongkang menegaskan, pada dasarnya pihak perusahan atau pemilik kapal telah bersedia mempertanggungjawabkan atas kejadian tersebut. Bahkan untuk memproses percepatan ganti rugi pihak perusahaan pemilik kapal meminta kerja sama kepada para korban.”Kami minta tolong kerjasamanya, data, serta jumlah kerugian. Sebutkan angkanya berapa, nanti kita ajukan kita mediasi. Jika real kita diselesaikan,”jelasnya.

Sedangkan dari pihak asuransi Tedjo mengatakan berapapun, besaran nilai ganti rugi,para korban dipersilahkan untuk mengajukan. Dengan catatan ada rincian apa saja yang menjadi kerugian. Baik itu barang berharga,peralatan rumah,kendaraan dan sebagainya. Terkait ganti rugi sendiri dicontohkannya yang menjadi korban kendaraan siapkan buktinya seperti surat kendaraan bermotor,kalau emas misalnya siapkan bukti pembelian. Kalaupun hilang buat surat laporan kehilangan.”Berapapun nilai kerugian kita ganti,tapi bantu saya dengan dokumen. Bisa cepat jika dokumen lengkap,bisa cepat juga proses ganti ruginya. Yang perlu di ingat jangan motor yang jadi korban itu jelek tapi minta ganti baru itu yang tidak bisa,”katanya.(ami)

Loading Facebook Comments ...