Opini Presuposisi Visi Paslon Pilkada Serentak 2017

Presuposisi Visi Paslon Pilkada Serentak 2017

61
0
BAGIKAN
Penulis. Foto: Istimewa

Oleh: Amri Ikhsan

BERKAITAN dengan Pilkada Serentak 2017 di Provinsi Jambi, tentunya masalah visi, misi dan program “Sang Calon” menjadi hal yang penting untuk dikaji dalam rangka menentukan pilihan. Pentingnya visi, misi dan program ini tergambarkan dari peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait penyelenggaran PEMILUKADA.

Sebagaimana yang tertera dalam Peraturan KPU No. 68 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, dinyatakan bahwa salah satu yang harus menjadi lampiran surat pencalonan bakal pasangan calon adalah naskah visi, misi dan program bakal pasangan calon secara tertulis.

Visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian pasangan calon (paslon) yang ingin dicapai di masa depan. Visi merupakan hal yang sangat penting dan mendasar bagi paslon dan masyarakat pemilih. Hal ini dikarenakan, visi mengandung nilai-nilai, aspirasi  serta kebutuhan paslon di masa depan. Visi merupakan pernyataan tujuan paslon yang menjadi arahan bagaimana cita-cita dan tujuan paslon tersebut di masa depan.

Visi harus mengandung karakteristik seperti, dapat di bayangkan, menarik, realistis dan dapat dicapai, jelas, aspiratif dan responsif terhadap perubahan lingkungan, serta mudah dipahami (KPU), sebagai pernyataan maupun impian daerah itu yang hendak dicapai, setidaknya dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Para Pemilih dapat mengetahui visi calon melalui kampanye maupun pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh paslon atau membuka situs KPUD Kab. Muaro Jambi. Dalam dokumen naskah visi misi paslon ditemukan:

Paslon nomor urut 1: Abun Yani. SH dan Suhariyanto, SH.: Terwujudnya Kabupaten Muaro Jambi yang Beriman, Sejahtera, Adil dan Bermutu (ASLI MUARO JAMBI BERSATU 2017-2022)

Paslon nomor urut 2: Agustian Mahir, SH dan Suswiyanto: Terwujudnya Muaro Jambi Bersih, Amanah, Giat, Unggul dan Sejahtera (MUARO JAMBI BAGUS 2017-2022)

Paslon nomor urut 3: Hj. Masnah, SE dan Bambang Bayu Suseno. SP.MM: Muaro Jambi Tuntas 2022 (Terwujudnya Muaro Jambi yang Tentram, Unggul, Nyaman, Tertib, Adil dan Sejahtera 2022).

Paslon nomor urut 4: H. Ivan Wirata. ST, MM, MT dan H. Dodi Sularso, SH: Muaro Jambi Berjaya: Bangun Ekonomi Rakyat, Maju, Agamis, Berdaya Saing dan Sejahtera.

Para pemilih harus kritis dalam mencermati visi paslon bisa melalui presupposisi (sebuah kajian pragmatik), sehingga muncul pertanyaan, “apakah paslon betul-betul berfikir secara konseptual?”. Apabila paslon tidak dapat berfikir secara konseptual, tentu patut dipertanyakan kemampuan mereka dalam mengemban amanah penyelenggara negara dan pemerintahan.

Presuposisi atau praanggapan berasal dari kata to pre-suppose, berarti to suppose beforehand (menduga sebelumnya atau dugaan sementara, perkiraan, prasangka). Dalam hal ini, sebelum paslon menyampaikan visinya, mereka sudah memiliki dugaan sebelumnya tentang Muaro Jambi, paslon sudah memiliki ‘ilmu’ tentang bagaimana memimpin Muaro Jambi, paslon sudah memperkirakan apa kebutuhan masyarakat Muaro Jambi.

Levinson menyatakan praanggapan sebagai pengetahuan latar belakang yang membuat suatu tindakan, teori, atau ungkapan mempunyai makna. George Yule (2006) menyatakan bahwa presupposisi adalah sesuatu yang diasumsikan oleh penutur sebagai kejadian sebelum menghasilkan suatu tuturan. Yang memiliki presuposisi adalah penutur bukan kalimat.

Semua visi memiliki praanggapan, yaitu rujukan atau referensi dasar. Rujukan inilah yang menyebabkan sebuah visi dapat diterima atau dimengerti oleh pemilih, yang pada gilirannya komunikasi tersebut akan dapat berlangsung bermakna. “Rujukan” itulah yang dimaksud sebagai “praanggapan” yaitu anggapan dasar atau penyimpulan dasar mengenai konteks dan situasi berbahasa yang memuat bentuk bahasa menjadi bermakna bagi pemilih. (Levinson).

Mengkaji presuposisi visi paslon Pilkada Kabupaten Muaro Jambi 2017, disimpulkan: pertama, keempat paslon sepakat memiliki dugaan awal yang sama, yaitu, yang paling perlu dibenani dan diwujudkan di Kabupaten Muaro Jambi adalah kesejahteraan. Ini terbukti pada masing masing visi paslon memuat kata “sejahtera“.

Kedua, 3 dari 4 paslon memiliki rujukan yang sama, masih banyak yang perlu diwujudkan di Kabupaten Muaro Jambi dan mereka yakin bahwa inilah yang ditunggu tunggu masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi. Paslon nomor urut 1, 2, 3 sepakat memulai visi mereka dengan ujaran “terwujud“.

Ketiga, sekali lagi, keempat paslon ini punya satu ide dengan mengakronimkan visi mereka. Mereka berprasangka masyarakat Muaro Jambi cepat ingat dengan akronim itu, khususnya pada hari pencoplosan. Paslon nomor urut 1, BERSATU; 2, BAGUS; 3, TUNTAS; 4, BERJAYA.

Keempat, keempat paslon berasumsi mereka memiliki tugas yang berat yang mereka buat sendiri di akronim visi mereka dan mereka beranggapan bahwa kondisi inilah yang diinginkan masyarakat Muaro Jambi, dan mereka menduga merekalah orang yang paling tepat untuk mewujudkan hal itu. Paslon nomor urut 1 ingin mewujudkan kondisi yang Beriman, Sejahtera, Adil dan Bermutu; 2, Bersih, Amanah, Giat, Unggul dan Sejahtera; 3, Tentram, Unggul, Nyaman, Tertib, Adil dan Sejahtera; dan 4. Bangun Ekonomi Rakyat, Maju, Agamis, Berdaya Saing dan Sejahtera.

Kelima, paslon nomor 1 dan 2 memperkirakan tugas berat ini akan terwujud dalam durasi waktu antara 2017 sampai 2022, sedang nomor urut 3, kondisi yang diinginkan akan selesai pada tahun 2022. Untuk paslon nomor urut 4 secara eksplisit tidak mencantumkan ‘deadline’ kerja, tapi dipastikan mereka akan bekerja sesuai dengan masa jabatan sebagai bupati/wakil bupati.

Jadi, visi adalah bentuk interaksi yang didahului oleh sebuah praanggapan yang mengantarkan ke sebuah kesimpulan yang disampaikan ke publik. Praanggapan yang tepat dapat mempertinggi nilai komunikatif sebuah visi yang disampaikan. Makin tepat praanggapan yang disampaikan, makin tinggi nilai komunikatif sebuah visi yang diungkapkan. Oleh karena itu, fungsi praanggapan ialah membantu mengurangi hambatan respons orang terhadap penafsiran suatu visi.

Mudah mudahan paslon memiliki praanggapan yang positif tentang keinginan rakyat Muaro Jambi, amin!. (*)

*) Penulis adalah Pendidik

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here