Headline Proyek Besar Pemprov Dimulai Tahun Ini

Proyek Besar Pemprov Dimulai Tahun Ini

95
0
BAGIKAN
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Mayoritas untuk Infrastruktur Jalan

JAMBI – Tahun 2017 ini, sejumlah proyek besar akan dimulai dikerjakan di Provinsi Jambi. APBD Provinsi Jambi tahun 2017, telah disiapkan untuk membiayai proyek-proyek tersebut dan telah disetujui oleh DPRD Provinsi Jambi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, Agus Sanusi kemarin (17/2) mengatakan sejumlah proyek yang menelan anggaran cukup besar dari APBD tersebut, lebih banyak untuk kegiatan fisik khususnya infrastruktur jalan.

Di Kabupaten Tebo, ada pembangunan jalan yang akan menghabiskan dana senilai Rp 50 miliar, yakni di jalan Padang Lamo. Anggaran dengan nilai yang sama juga disiapkan untuk Pembangunan jalan di Teluk Nilai Kabupaten Tanjung Jabung Barat arah ke Indragiri Riau.

Selanjutnya, ada juga pembangunan jalan di Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi yang kondisinya saat ini rusak parah. Jalan ini akan dibangun dengan menggunakan anggaran senilai Rp 20 Miliar. “Jalan Batang Asai di Sarolangun juga akan dibangun dengan dana Rp 20 Miliar,” katanya.

Selanjutnya, di bidang pendidikan, Pemprov juga akan membangun Ruang Kelas Baru (RKB) disetiap sekolah SMA dan SMK. Seban mulai tahun 2017 ini, kewenangan atas sekolah menengah tersebut beradap di bawah Pemprov Jambi. Anggaran untuk RKB tahun 2017 ini senilai Rp 26 miliar. “Pembangunan RKB ini ditujukan agar sekolah-sekolah yang ada tidak kekurangan ruangan lagi saat penerimaan siswa baru,” katanya.

Untuk beasiswa yang sudah ditunggu masyarakat, ada dana sekitar Rp 33 Miliar. Peruntukannya kata Agus untuk semua jenjang pendidikan. Mulai dari siswa SD, SMP, SMA hingga mahasiswa S1, S2 dan S3 serta dokter spesialis.

Selain itu, untuk menunaikan janji politik Gubernur Jambi Zumi Zola saat masa kampanyenya yakni membeli alat berat untuk setiap kecamatan, juga dialokasikan di tahun 2017 ini. Namun bentuknya tidak berupa barang, melainkan dalam bentuk dana. “Tahun ini dialokasikan dulu untuk 33 kecamatan dari 141 kecamatan yang ada. Itu tiap kecamatan mendapat sekitar Rp 1,5 miliar dalam bentuk dana dan ditransfer ke daerah,” katanya.

Ia menjelaskan, pemberian dalam bentuk dana itu karena keperluan setiap kecamatan berbeda. Seperti di Kota Jambi rata-rata kecamatan tidak memerlukan alat berat. Sehingga dana itu bisa dibelikan untuk keperluan lain, seperti mobil pengangkut sampah atau lainnya namun dengan nilai yang sama.

Bila kecamatan membeli alat berat, maka pendanaan operasionalnya tidak lagi dibebankan pada Pemprov Jambi, melainkan di kabupaten masing-masing. “Kita hanya bantu pengadaan alat beratnya saja, operasionalnya ditanggung kabupaten/kota,” tandasnya. (enn/mui)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here