Headline Satu Lagi Napi Serahkan Diri

Satu Lagi Napi Serahkan Diri

186
0
BAGIKAN
Anggota Kepolisian berjaga-jaga di Lapas Jambi.

JAMBI – Hingga hari ke tiga, polisi masih mengejar puluhan napi Lapas Klas IIA Jambi, yang kabur akibat tembok bangunan lapas rubuh, Rabu (14/6) lalu. Aparat menyebar, polda tetangga pun sudah dikoordinasikan.

Rupanya, tak semua napi yang kabur itu langsung menghilang. Beberapa di antara mereka, justru memilih kembali ke lapas dan menjalani sisa hukuman. Terbaru, kemarin (16/6) tiga napi telah menyerahkan diri ke lapas.

Informasi yang didapat, salah satu napi yang menyerahkan diri adalah Mardiansyah. Dia menyerahkan diri pukul 10.30. “Mereka datang satu per satu menyerahkan diri,” kata Kakanwil Kemengkum dan HAM Jambi, Bambang Palasara, saat dikonfirmasi kemarin (16/6). Dia mengatakan, pihak kepolisian juga sudah mendata alamat dan keluarga mereka.

Dia juga menghimbau agar para napi segera menyerahkan diri, karena jika ditangkap, hak-hak mereka sebagai narapidana akan dicabut. “Kalau menyerahkan diri akan diperlakukan baik-baik,” sambungnya.

Sementara itu, situasi di lapas sudah mulai kondusif, perbaikan tembok lapas sudah dilakukan. Jika kondisi sudah mulai stabil, tidak perlu banyak aparat berjaga di lapas.

Saat ini jumlah narapidana yang sudah kembali kelapas sebanyak 27 orang, sementara untuk 16 orang lainnya masih dalam pencarian.

Informasi yang dihimpun, napi yang sudah kembali lagi adalah Arisman (22) kasus narkoba, vonis 4 tahun subsider 3 bulan. Agus Dinar Efendi (23) kasus narkoba, tuntutan 5 tahun 6 bulan.

Muhammad Jalil (30) kasus narkoba, vonis 9 tahun 6 bulan. Husmari (39) kasus narkoba, vonis 5 tahun subsider 3 bulan. Musika (25) kasus narkoba, vonis 4 tahun subsider 6 bulan. Robi Kristian (36) kasus narkoba, vonis 7 tahun 2 bulan.

Kemudian Ade Safriadi (27) kasus narkoba, vonis 2 tahun 6 bulan. Riki Harison (40) kasus narkoba, vonis 4 tahun 3 bulan. Jamal (29) kasus narkoba, vonis 4 tahun 6 bulan. Lalu ada Suparman (31) kasus narkoba, vonis 2 tahun.

Arafik (40) kasus narkoba, vonis 14 tahun 6 bulan.
Yurraizat alias Pak Yuda alias Pak Prind (41) kasus pembunuhan. Ada juga Alexander napi curanmor blok d1 kamar 9, Yauri napi narkoba blok c, Zainudin napi narkoba blok a2 kamar 3.

Lalu Hendra Sakti kasus narkoba blok a2 kamar3,
Haryanto kasus narkoba blok a2 kamar3.
Vicki Ramadhan kasus narkoba blok a2 kamar 9, Hendri kasus narkoba blok b2 tengah, Indra kasus jambret blok b1 tengah, dan Usman kasus narkoba blok b2 tengah. Kemudian Jauhari (33) kasus narkoba, Arafiq (39) kasus narkoba, Firmansyah (34) kasus narkoba, Erwin Kurniawan alias Erwin (33) kasus narkoba, dan Mardiansyah (31) kasus narkoba.

Sementara 16 napi yang sudah masuk DPO, Erijal Ayubi alias Ayubi (narkoba), Rio Kurniawan alias Rio (narkoba), Firdaus (narkoba), Dedy Aman Negoro alias Dedi (narkoba). Lalu Tarmizi alias Adun (narkoba), Ilham Fauzan alias Fauzan (narkoba), Makmur Antonius alias MK (narkoba), Fendi alias Fendi (penganiayaan).

Kemudian Imron (narkoba), Angga Saputra alias Acong (narkoba), Saiful Anuwar alias Ipul (narkoba), Rostam alias Rostam (pencurian), Friadi Putra alias Feri Kalek (pembunuhan), Firmansyah (narkoba), Amri Diva Nusantara alias Amri (narkoba), dan Muhammad Fikri alias Evan (narkoba). “Silahkan menyerahkan diri,” himbau Bambang lagi.

Pantauan di lapas kemarin, personel tampak masih berjaga-jaga di luar lapas. Suasana sudah agak mencair, dibandingkan Rabu (14/6) lalu pada saat kejadian. Lalu lintas juga sudah kembali seperti biasa. (cr04/rib)

Loading Facebook Comments ...