Tanah Pilih Warga Gembok SMAN 2 Kota Jambi

Warga Gembok SMAN 2 Kota Jambi

BAGIKAN
Sejumlah warga tengah menggembok, merantai dan memblokir akses jalan menuju SMAN 2 Kota Jambi, kemarin. Foto: Eddy Djunaedi/Jambi Independent

JAMBI – Insiden pecah di SMAN 2 Kota Jambi, kemarin. Sejumlah warga mendatangi dan langsung menggembok gedung SMAN 2 yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari, Keluruahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur. Aksi penggembokan itu sebagai bentuk protes warga yang berada dilingkungan sekolah karena anaknya tak diterima. Mereka menuntut keadilan terhadap pihak sekolah dan pemerintah.

Pantauan dilapangan, selain menggembok pintu masuk pagar sekolah, warga juga memblokade jalan masuk ke sekolah dengan melintangkan satu unit mobil truk di tengah jalan. Puluhan personil kepolisian turun tangan mengawal jalanya aksi untuk mengantisipasi terjadinya aksi anarkis.

Warga meminta Gubernur Jambi, Zumi Zola turun tangan. Sebab, SMA saat ini sudah diambil alih oleh Pemprov. Mereka meminta Zola meninjau ulang aturan penerimaan siswa yang memberatkan itu.

Warga merantai dan menggembok pintu pagar SMA Negeri 2. Anak-anak mereka tidak diterima. Padahal mereka tinggal di sekitar sekolah ini.

Aksi ini terjadi spontan saja. Kesal melihat tidak adanya toleransi pihak sekolah, warga akhirnya mengambil rantai besar dan gembok. Pagar sekolah ini disegel sebagai bentuk kekecewaan.

Warga sekitar juga membawa anak-anaknya yang tidak lulus penerimaan siswa baru secara online. Mereka bermukim di tiga RT, di sekitar sekolah yang berada di Jalan Pangeran Antasari, Talangbanjar, Jambi Timur, Kota Jambi ini.

Ratusan warga berkerumun di luar pagar sekolah. Mereka berjaga-jaga agar rantai yang dipasang tidak dibuka oleh pihak sekolah. Warga juga membawa berkas verifikasi pendaftaran anak-anaknya.

Warga sekitar, Andi Wijaya, marah besar anaknya tidak bisa belajar di sekolah yang ada di dekat rumahnya. Ia minta Gubernur Jambi memperhatikan anak-anak yang tinggal di lingkungan sekolah. Gubernur didesak meninjau ulang aturan yang ada.

Hal serupa disampaikan warga lainnya, Simroh. Ia heran melihat anak-anak yang tinggal jauh dari sekolah diterima, sementara anak-anak sekitar tidak diterima. Simroh minta anak-anak mereka bisa sekolah di sini.

Simroh makin kesal, lantaran pihak sekolah menyuruh mereka mengurus sendiri ke dinas pendidikan provinsi, bahkan kalau perlu ke gubernur. Ia dan warga lain tidak akan membuka gembok itu sampai anak-anaknya diterima.

“Sedikitnya ada 50 calon siswa di sekitar lingkungan sekolah yang tidak lolos masuk ke sekolah SMAN 2 tersebut. Meski mereka telah mengajukan persyaratan lingkungan sekolah,”tuturnya.

Aksi protes itu, mereka lakukan sebagai bentuk tidak adanya partisipasi serta adanya toleransi dari pihak sekolah kepada warga sekitar yang anaknya mau masuk di sekolah tersebut.

“Sebelumnya, sudah ada puluhan orang tua siswa melakukan negoisasasi dengan pihak sekolah. Namun, tidak ada kejelasan,” kata Simroh.

Hal senada juga diungkap calon orang tua siswa lainnya, Edi Wijaya (40), satpam di sekolah itu, yang anaknya tidak bisa masuk di sekolah tersebut meski sudah memenuhi syarat lingkungan.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 untuk tingkat SMA sederajat, menurut sejumlah warga, tidak terbuka sehingga banyak merugikan calon siswa. Mereka juga menuntut Pemerintah Provinsi Jambi selaku wewenang pengelola tingkat SMA itu harus transparan dalam penerminaan siswa baru.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan sikap dari pihak SMAN 2 Kota Jambi tersebut. Aksi penyegelan atau pengembokan pintu pagar sekolah masih berlangsung, sementara polisi masih berjaga di sekolah tersebut.

Untuk mengantisipasi keributan akibat kemarahan para orangtua ini, aparat kepolisian turun berjaga-jaga. Polisi mengantisipasi aksi susulan yang lebih besar, sampai ada solusi dari Pemprov Jambi. (ril/mui)

Loading Facebook Comments ...