Headline Zaini Beri Perlawanan, Rencana Pemecatan dari PDI-Perjuangan

Zaini Beri Perlawanan, Rencana Pemecatan dari PDI-Perjuangan

236
0
BAGIKAN
Ilustrasi. Foto: Istimewa

JAMBI – Zaini, Ketua Bidang Informasi dan Komonikasi PDI-Perjuangan, Kota Jambi, bereaksi pasca pernyataannya menolak mendukung Abdullah Sani sebagai bakal calon Walikota Jambi pada Pemilihan Walikota (Pilwako) Jambi 2018. Rencana pemacatan dirinya yang kini digadang-gadangkan, tidak akan berjalan mudah.

“Tidak segampang itu, harus melalui mekanisme partai, melalui rapat DPC dan harus dilengkapi dengan seluruh pengurus jajaran partai. Tidak serta merta langsung memecat kader. Ada teguran pertama dan seterusnya. Ini tahapan itu tidak dilalui,” kata Zaini, kemarin.

Menurut Zaini, pernyataan menolak dukungab terhadap Abdullah Sani, semata-mata demi kepentingan partai telah bersamanya 32 tahun. “Saya ini kader sudah 32 tahun dan tidak pernah ada catatan dalam partai. Saya ini bukan benalu partai,” tegasnya. “Namun, jika rencana partai untuk memecatnya tetap terjadi, maka ia akan menempuh jalur hukum dan menggugat,” tegasnya.

Alasan menolak Abdullah Sani sebagai Calon Walikota sudah dengan pertimbangan matang. Pertama, posisi PDI-Perjuangan di legislatif tidak mencukupi untuk mendukung kader sendiri dan harus berkoalisi. Dengan dikuncinya posisi nomor satu/walikota oleh Abdullah Sani, akan menurunkan nilai tawar PDI-Perjuangan dengan partai lain.

“PDIP ini partai terbuka, persoalan dia (Abdullah Sani) mau nomor satu itu kan bukan keputusan DPC dan DPD. Yang menentukan itu DPP, nah koalisi belum dibentuk sudah deklarasi nomor satu,” kata Zaini. “Saya tahu AD ART partai, Juklak, Juknis. Saya berani keluar dari partai jika ini terjadi, jangan main-main ini menyangkut harga diri partai,” tambahnya.

Dia mengaku setuju, jika Abdullah Sani maju sebagai Calon Wakil Walikota. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menolak Abdullah Sani sebagai calon. “Tapi jangan dipaksakan ego, partai bisa jadi korban. Biarkanlah proses berjalan,” ujar dia lagi.

Zaini membantah pendaftaran Abdullah Sani di penjaringan yang dilakukan DPC PDI-Perjuangan Kota Jambi belum lama ini, dihadiri oleh 11 PAC. “Tidak benar itu. Yang 10 PAC sudah datang ke saya. Pada tanggal 21 nanti, kita ramai-ramai akan mengembalikan KTA siap mundur dari banteng. Termasuk Satgas, mau keluar. SMS-nya masih saya simpan. Mau pulangkan baju dan KTA,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Jambi M.A. Fauzi, mengatakan bahwa kejadian ini sangat merugikan partai. Wakil Ketua DPRD Kota Jambi itu, mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat pleno untuk menindaklanjuti pernyataan kader tersebut. “Kita sudah menggelar pleno dan hasilnya kita membentuk tim pencari fakta yang akan dilakukan oleh dewan kehormatan partai,” kata dia.

Memang kata Fauzi, pihaknya tidak bisa langsung melakukan pemecatan terhadap Zaini. Oleh sebab itu, biarkan dewan kehormatan partai yang melakukan pemanggilan serta klarifikasi terhadap pernyataan pribadi Zaini tersebut. “Kita tunggu hasilnya. Yang jelas saat ini, yang bisa kita lakukan adalah menarik mobil ambulance. Itu segera kita tarik,” tandasnya.(cr06/ira)

Loading Facebook Comments ...