Headline Zola di Bawah Tekanan: Internal Pecah, Orang-orang Dekat “Terlempar”

Zola di Bawah Tekanan: Internal Pecah, Orang-orang Dekat “Terlempar”

6882
0
BAGIKAN

Selain ajudan, Zola juga dikabarkan memberhentikan sejumlah honorer yang bekerja di rumah dinas (rumdis) Gubernur Jambi. Ini mengejutkan lingkungan Pemprov Jambi.

Gubernur Jambi Zumi Zola membenarkan sudah memberhentikan dua ajudannya. Namun sayang, Zola enggan berkomentar panjang. “Untuk penyegaran saja,” singkatnya, kemarin (4/6).

Zola juga terkesan mengelak saat ditanya soal sejumlah pejabat yang dipecat. Padahal, mereka baru saja dilantik. “Pergantian dilakukan berdasarkan penilaian dan pertimbangan tim Baperjakat. Untuk teknis penilaiannya, bisa ditanyakan langsung ke Pak Sekda selaku ketua tim Baperjakat,” katanya.

Untuk diketahui, pasca mencopot Plt Karo Umum Erwin sepekan lalu, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli kembali mencopot tiga pejabat. Tiga orang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala OPD terhitung awal Juni ini diberhentikan dari jabatan Plt. Beredar kabar, Zola mengganti Plt Kepala OPD tersebut karena masih ada kaitannya dengan pemberhentian Erwin sebagai Plt Kabiro Umum beberapa waktu lalu.

Namun, baik Zola maupun Pejabat (Pj) Sekda Provinsi Jambi memberikan jawaban yang sama seperti saat pemberhentian Erwin beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, Plt Kadis yang dicopot tersebut, yakni, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Yahya Buwaiti, posisinya digantikan Husni Jamal yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli.

Kemudian Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Atma Jaya, diganti oleh Irzan yang saat ini menjabat Kabid Peranan Wanita dan Lansia. Terakhir Plt Dinas Perhubungan Ahmad Ali, yang digantikan Darma yang kini menjabat Kabid Pengembangan Transportasi.

Pejabat (Pj) Sekda Provinsi Jambi, Erwan Malik, membenarkan bahwa tiga Plt Kepala OPD diberhentikan. “Ada tiga pejabat yang kembali diganti, posisinya sebagai Plt Kepala Dinas,” katanya.

Menurut Erwan, alasan Gubernur Jambi kembali melakukan rotasi adalah, agar yang bersangkutan fokus dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) sebagai Kabid pada jabatan yang dia jabat saat ini.

“Berdasar hasil evaluasi, ketiganya diberhentikan dari jabatan Plt. Agar mereka lebih fokus kepada tupoksi mereka di jabatan sebelumnya yaitu sebagai kabid,” kata Erwan.

Sementara, untuk ajudan yang dipecat, langsung dipindahtugaskan ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi. Sedang sebagian besar tenaga honorer di Rumah Dinas Gubernur Jambi yang diberhentikan, kini nasibnya tidak jelas.

Loading Facebook Comments ...